Pemkot Bontang Konsultasi dengan Pemprov Kaltim

SAMARINDA– Dalam dalam dua tahun terakhir Pemkot Bontang rutin melakukan konsultasi dengan Pemprov Kaltim terkait perencanaan program pembangunan di wilayahnya. Hal ini dilakukan agar program-program pembangunan menjadi sinkron dan terintegrasi baik antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Gubernur Kaltim Dr Awang Faroek Ishak disertai Asisten, Staf Ahli Gubernur dan jajaran SKPD lingkup Pemprov Kaltim menerima Walikota Bontang H Adi Darma bersama jajaran SKPD lingkup Pemkot Bontang di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (24/1) malam.

Terkait pertemuan itu, Gubernur Awang Faroek mengungkapkan visi, misi, tujuan  dan strategi gubernur terpilih nantinya akan menjadi visi, misi, tujuan dan strategi RPJMD Kaltim 2014-2018. Dan sudah barang tentu visi dan misi, tujuan dan strategi RPJMD Kaltim ini harus disinkronkan dengan program pembangunan 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Bahkan untuk 2014 dan 2015 Kaltara pun masih harus mensinkronkan programnya dengan Kaltim.

“Bupati/walikota agar bisa lebih fokus dalam perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan, seperti yang dilakukan Kota Bontang yang dengan lengkap dan rinci merencanakan program pembangunannya,” ungkap Awang Faroek.

Awang Faroek mengatakan antara visi dan misi Kaltim dengan kabupaten/kota itu harus saling mengisi. Program Pemprov ke depan, menurut dia, masih terus berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mewujudkan green economy.

Untuk program pembangunan Pemkot Bontang, ada beberapa hal yang menjadi perhatian Gubernur Awang Faroek. Diantaranya, pembangunan Jalan Lingkar Kota Bontang, Awang Faroek menyarankan perlunya konsultan perencana melakukan presentasi dihadapan Pemprov, guna mengetahui kebutuhan dananya, sehingga nanti bisa dilakukan kolaborasi antara sumber dana APBN, APBD Provinsi, APBD Kota atau bahkan private sector.

Kemudian, terkait Balai Latihan Kerja (BLK), Awang Faroek meminta agar dioptimalkan dan difungsikan dengan baik, terutama untuk pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan pendidikan keterampilan di berbagai bidang. Selanjutnya, Pemprov juga mendukung pembangunan bandara di Bontang.

“Untuk bandara, jika Pemprov Kaltim bisa membantu Berau maka dipastikan juga Pemprov bisa membantu Bontang,” katanya.

Demikian halnya di bidang kesehatan, untuk Puskesmas 24 Jam dan Puskesmas Plus di Bontang, menurut dia harus menjadi percontohan, untuk itu harus lebih ditingkatkan kualitas pelayanannya, terutama untuk rawat inap maupun pelayanan dokter spesialis. 

“Seperti Puskesmas Plus di Tarakan, yang sudah memiliki layanan dokter spesialis on call.  Bontang bisa tiru itu, khususnya untuk empat spesialis dasar, yaitu anak-anak, obgyn, penyakit dalam dan bedah bisa membantu. Pemkot Bontang juga harus mensukseskan BPJS Kesehatan, jika ada kendala akan dibicarakan di Rembuk Kesehatan nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Bontang Adi Darma mengatakan sangat mendukung program pembangunan Pemprov Kaltim. Untuk itu Pemkot Bontang, lanjut dia, berusaha untuk mensinkronkan perencanaan program pembangunan antara Pemkot dengan Pemprov.

Pada kesempatan itu, Adi Darma mengungkapkan sejumlah permasalahan pembangunan di Bontang dan menjadi program prioritas pembangunan bagi Pemkot Bontang, yakni belum meratanya kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan belum maksimal, daya saing tenaga kerja lokal masih rendah, rumah tangga miskin relatif banyak, menurunnya kualitas lingkungan hidup dan menurunnya ketersediaan sumber air. (her/hmsprov)

//Foto: Gubernur Dr Awang Faroek Ishak memberikan arahan pada jajaran Pemkot Bontang. (humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation