Pemprov Bertekad Jaga Pasokan Ketahanan Pangan

Ichwansyah bersama Fuad Assadin dan Karo Ekonomi H Nazrin pada kegiatan Capasity Building Tingkat Nasional di Jakarta. (ist)

 

JAKARTA - Sesuai amanat Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Reza Anglingkusumo pada saat kegiatan Capacity Building Tingkat Nasional di Hotel Borobudur Jakarta sejak 20 hingga 21 Nopember 2017, agar pemerintah provinsi dan pusat untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Sehingga kesejahteraan rakyat semakin baik. Apalagi menjelang perayaan natal dan tahun baru.

 

Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim Ichwansyah didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Fuad Assadin dan Karo Ekonomi H Nazrin ketika menghadiri kegiatan tersebut mengatakan, melalui arahan itu agar bisa memacu kenaikan harga dan inflasi.

 

Karena itu, Pemprov Kaltim bertekad untuk mendukung arahan tersebut. Sehingga ketahanan pangan Kaltim semakin baik. "Karena itu, Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus mulai memantau perkembangan harga di lapangan, khusus harga bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok, mulai beras, gula, telur, daging, cabe, bawang rawan naik karena lonjakan permintaan," kata Ichwansyah, Kamis (23/11).

 

Selain itu, Pemda juga akan memantau harga melalui penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga mampu menjaga stabilitas harga. Pemerintah yang jelas bertanggungjawab untuk mengendalikan inflasi dan daerah agar berinovasi melalui TPID. "Mendukung ketahanan pangan tersebut. Pemerintah terus berupaya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Mulai bantuan langsung tunai, beras dan susu masih diperlukan sebagai strategi jangka panjang. Semoga bantuan tersebut dapat tepat sasaran," jelasnya. Selain itu, Ichwansyah mengatakan fokus utama TPID adalah menjaga ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation