Pemprov Dukung APN BPD Kaltim


 

SAMARINDA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim sebagai lembaga perbankan milik daerah akan segera meluncurkan layanan produk berbasis teknologi dengan cakupan transaksi ke manca negara khususnya wilayah ASEAN.

Pada tahap pertama cakupan transaksi meliputi negara Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Anggota Dewan Pengawas Non Independen dan Anggota Sekretariat Dewan Pengawas BPD Kaltim di Pendopo Lamin Etam, Selasa (25/10).

Gubernur sangat mengapresiasi kinerja BPD Kaltim yang telah mampu mengembangkan jaringan usahanya melalui layanan ATM berbasis APN (Asian payment network/jaringan pembayaran Asia) di kawasan negara-negara ASEAN.  

“Saya berikan apresiasi yang tinggi pada BPD Kaltim karena mampu mengembangkan layanannya hingga ke manca negara melalui transaksi ATM berbasis APN,” puji Gubernur.

Menurut dia, upaya pengembangan jaringan usaha BPD sangat sesuai dengan kondisi saat ini dimana masyarakat pengguna jasa keuangan (perbankan) menuntut kualitas pelayanan dan akses perbankan yang semakin tinggi.

Awang menyebutkan saat ini kantor layanan BPD Kaltim telah hadir di 109 kecamatan atau sekitar 79 persen dari 138 jumlah kecamatan di Kaltim dan Kaltara baik di perkotaan maupun di pelosok dan pedalaman.

Untuk itu lanjutnya, jajaran BPD Kaltim atau Bankaltim hendaknya senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan bidang dan wilayah kerja serta mampu memanfaatkan teknologi informasi dengan baik.

Selain itu, Bankaltim perlu meningkatkan pengawasan dan kerjasama di internal dan eksternal (nasabah) termasuk Bank Indonesia, kalangan perbankan dan masyarakat.

“Pemprov Kaltim selaku pemegang saham mayoritas BPD Kaltim mengapresiasi karena BPD telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di daerah,” kata Awang Faroek. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation