Pemprov Dukung Kemitraan PLTBg POME

Pemprov Dukung Kemitraan PLTBg POME

SAMARINDA – Dalam upaya pemenuhan kecukupan energi listrik bagi masyarakat melalui pengolahan limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME),  Asisten Pembangunan Setdaprov Kaltim HM Sa’bani mengatakan Pemprov mendorong pengembangan dan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME) sebagai sumber energi listrik (gas methane).

“Dalam upaya meningkatkan pelayanan listrik, Dinas Perkebunan bekerjasama Dinas Pertambangan Kaltim didukung GIZ (lembaga kerjasama negara Jerman) telah mendorong terbentuknya Kemitraan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) POME,”  ujar Sa’bani pada soft launching PLTBg POME untuk Listrik Pedesaan, pekan lalu.

Pembentukan Kemitraan PLTBg POME ini menurut Sa’bani  bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan dan pemanfaatan limbah cair kepala sawit sebagai sumber energi terbarukan di daerah.

Berdasarkan perhitungan kasar dengan menggunakan jumlah produktifitas dengan pengolahan kapasitas terpasang sebesar 2.360 ton TBS per jam. Dengan kondisi ini maka Kaltim mampu memproduksi tambahan listrik dari POME sebesar 53,68 MW.

“Untuk kebutuhan listrik perusahaan sawit penghasil POME sebesar 30 persen. Sisanya kita dapat meningkatkan elektrifikasi (ketersediaan energi listrik) bagi masyarakat, khususnya warga desa sekitar perusahaan,” ujarnya.

Selain manfaat penghematan keuangan karena tidak membeli BBM (diesel) untuk mesin pembangkit, perusahaan mendapat manfaat stabilitas energi listrik sekaligus berkontribusi pada masyarakat memasok listrik murah melalui PLN untuk listrik pedesaan.

“Kemitraan PLTBg POME yang dibangun bersama Pemkab Kutim dan Berau, PLN, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan GIZ  sebagai upaya menciptakan iklim investasi kondusif dengan memberikan kemudahan bagi perusahaan sawit mengembangkan program ini di daerah masing-masing,” jelas Sa’bani.(yans/sul/es/hmsprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation