Pemprov Dukung Kurikulum 2013

Alokasikan Anggaran pada APBD-P 2013 untuk Buku Berbasis Kurikulum 2013  

SAMARINDA – Pemprov Kaltim menyatakan secara tegas mendukung pemberlakuan Kurikulum 2013 yang telah dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kurikulum 2013 akan diberlakukan secara bertahap pada tahun ajaran baru 2013/2014 pada jenjang pendidikan kelas I, IV, VII dan X.
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf, pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu” di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (23/5).
Selain Gubernur, seminar menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan Kemendikbud, Prof Syawal Gultom, Kepala Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr H Dja’ali, Staf Ahli Gubernur bidang SDM dan Prof Dr Dwi Nugroho Hidayanto.
Sementara itu para peserta berasal dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Kemenag, Dinas Pendidikan Kaltim, Asosiasi Organisasi Profesi, PGRI kabupaten/kota, Asosiasi Guru Profesi (KKG, K3S, KKPS, MGMP, MKKS dan MKPS, serta Himpaudi dan IGTKI), Dewan pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, serta dosen-dosen Universitas Mulawarman.
“Kurikulum 2013 yang akan diterapkan dalam tahun ajaran 2013/2014, saya percaya Kemendikbud telah melakukan telaahan, penelitian dan kajian serius tentang perubahan kurikulum ini dan tentu saja melibatkan para pakar dan praktisi yang kompeten di bidang pendidikan. Daerah akan mendukung penuh pemberlakukan kurikulum baru ini,” ujarnya.
Diungkapkan, sebagai bukti kongkrit dukungan Pemprov Kaltim terhadap Kurikulum 2013, maka melalui APBD Perubahan 2013 akan diprogramkan pengadaan buku paket berbasis Kurikulum 2013 khususnya untuk kelas I, IV, VII dan X.
“Seperti diketahui bersama, Kemendikbud hanya menanggung lima sampai tujuh persen. Oleh karena itu sudah diputuskan Gubernur, untuk Kaltim khusus bagi kelas I, IV, VII dan X Pemprov akan melengkapi sisanya sehingga bisa 100 persen. Dengan catatan, buku-buku yang sudah dipakai akan diwariskan kepada adik kelasnya,” ungkapnya.
Terkait kesiapan Kaltim untuk pemberlakuan Kurikulum 2013, gubernur menilai hal itu bisa dilakukan secara bertahap. Karena memang tidak semua kelas di setiap jenjang pendidikan yang akan memakai Kurikulum 2013, melainkan hanya kelas I, IV, VII dan X.
Seperti untuk guru sebagai salah satu instrumen selain buku dalam Kurikulum 2013, lanjut dia, seharusnya guru dapat siap kapan saja kurikulum baru ini diberlakukan, karena memang cuma sistemnya saja yang berubah. Dan daerah hanya mengikuti skema dari pusat.
“Guru memang harus ditatar. Dulu ada sistem TOT (Training of Trainers) bagi guru di pusat, kemudian dari pusat ke provinsi dan dilanjutkan dari provinsi ke kabupaten/kota. Kemudan, di kabupaten/kota menatar gurunya secara keseluruhan. Nah ini juga harusnya sudah berjalan, saya kira memang di tahun pertama tentu saja akan ada kekurangan-kekurangan, tapi kapan lagi kita akan memulainya,” kata Buhori.(her/hmsprov).

//Foto: PENDIDIKAN BERMUTU. Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf menuliskan pesan-kesan pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu”. (humasprov kaltim).


 

Berita Terkait