Pemprov Dukung Perubahan Nama Bandara Kalimarau, Empat Nama Diusulkan

Bandara Kalimarau siap berganti nama. (DOK/HUMASPROV)

 

TANJUNG REDEB - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan dukungan terhadap rencana pengusulan nama Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau. Menurut dia, ada usulan beberapa pihak dan elemen masyarakat yang ingin mengganti nama Kalimarau dengan nama tokoh masyarakat Berau.  Usulan awal diberi nama Bandara Internasional Raja Alam diambil dari gelar nama Sultan Kesultanan Berau Alimudin. "Saya bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat yang mengusulkan perubahan nama Bandara Kalimarau dengan nama tokoh di daerah ini," kata Awang di sela peninjauan Bandara Maratua di Kabupaten Berau, Selasa (3/4).

 

Kemudian muncul nama-nama lain yang diusulkan seperti Raden Ayub (bupati pertama Berau), Makmur HAPK dan Masdar Jhon (mantan bupati Berau). Namun demikian lanjut Awang, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Bupati Berau atas dasar pengusulan masyarakat mengajukan ke lembaga legislatif (DPRD Berau).

 

Sebab sudah menjadi kewenangan DPRD untuk membahasnya dan apabila lembaga tersebut setuju maka gubernur hanya melanjutkan ke pemerintah pusat. Dalam hal tersebut sudah menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyetujui perubahan nama bandara itu. "Jadi saya tidak menolak jika bandara itu harus diubah namanya sesuai usulan dan keinginan masyarakat daerah ini,"ujar Awang.

 

Dia mengungkapkan nama Kalimarau merupakan nama tempat atau lokasi bandara itu berada sama seperti bandara-bandara di daerah lain. Misalnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten sebab Cengkareng merupakan tempat atau lokasi bandara itu berada walaupun masih ada orang menyebut  Bandara Cengkareng. "Nah bandara ini nantinya bisa menjadi Bandara Internasional Raja Alam di Kalimarau misalnya atau nama lain. Terserah DPRD menyampaikan dan disetujui Kemenhub untuk mengubah nama Bandara Kalimarau sekarang," ungkapnya. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait