Pemprov Gelar Lomba Musabaqah Tahfizhil Qur'an, Bekali dengan Pemahaman Al Quran yang Benar

Hj Meiliana saat membuka Musabaqah Tahfizhil Qur’an (MTQ) Golongan 10, 20 dan 30 Juz. Generasi muda harus dibekali pemahaman Al Qura'an yang benar. (syaiful/humasprov)

 

Pemprov Gelar Lomba Musabaqah Tahfizhil Qur'an, Bekali dengan Pemahaman Al Quran yang Benar 

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Biro Kesejahteraan (Kesra) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim menggelar lomba Musabaqah Tahfizhil Qur’an (MTQ) Golongan 10, 20 dan 30 Juz. Lomba yang dilaksanakan selama dua hari (4-5 Januari) diikuti enam peserta dari tiga daerah dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-61 Provinsi Kaltim Tahun 2018.

 

Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Hj Meiliana mengatakan MTQ selain meningkatkan pemahaman tentang Al Quran. “Juga menumbuhkan kecintaan dan membangun budaya membaca Al Qur'an,” kata Meiliana saat membuka MTQ di Gedung Olah Bebaya Komplek Lamin Etam, Kamis (4/1).

 

Meiliana juga menegaskan, Pemprov Kaltim sangat mendukung upaya-upaya pengembangan pembelajaran Al Qur’an lebih luas lagi di tengah-tengah masyarakat. Sebab dalam era yang terus bergerak dinamis, berkembang demikian dahsyat dengan teknologi informasi yang kian bebas, tanpa batas ruang dan waktu, maka masyarakat membutuhkan tuntunan yang akan menjadi penerang jalan hidup menuju keberkahan dan ridho Allah SWT. Pemprov juga sangat mendukung program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji)

 

"Kewajiban kita bersama untuk membekali anak-anak kita, generasi-generasi setelah kita dengan ilmu dan pemahaman Al Qur’an yang benar. Kita harus mampu menyiapkan generasi-generasi penerus yang tidak  tertinggal oleh laju kemajuan jaman, namun tetap kokoh mengawal aqidah Islam dalam tuntunan Al Qur’an," urai Meiliana.

 

Selain itu, melalui lomba ini diharapkan lahir qori/qoriah yang andal dan mampu membawa harum nama Kaltim di kancah nasional bahkan internasional. “Jadi pada ajang ini selain syiar agama juga prestasi serta mendorong terbentuk sumber daya manusia Kaltim yang memiliki kecerdasan spiritual dan berakhlak mulia,” harapnya.

 

Sementara itu Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim H Elto mengemukakan peserta adalah pemenang lomba pada ajang MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). “Peserta merupakan para pemenang MTQ 2017 di PPU dari tiga daerah yakni Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Sedangkan peserta dari Bontang tidak bisa ikut berlomba,” ujar Elto.

 

Masing-masing daerah diwakili dua peserta sehingga lomba MTQ golongan 10, 20 dan 30 juz diikuti enam peserta. Pengumunan juara akan disampaikan pada  Sabtu (6/1) dan hadiah pemenang akan diserahkan Gubernur Kaltim pada Malam Anugerah Kaltim 2018 di Sempaja Convention Hall Samarinda, Senin (8/1) malam.

 

Bagi pemenang diberikan hadiah berupa piagam dan uang pembinaan masing-masing juara pertama uang sebesar Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta dan juara ketiga Rp10 juta. Tampak hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim HM Hamri Has, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim dan Ketua Dewan Hakim MTQ Gusti Samad serta pimpinan OPD lingkup Pemprov Kaltim.  (yans/sul/humasprov)

 

Berita Terkait