Pemprov Kaltim Bangun 10 Rumah Sakit Pratama

Ciptakan Pelayanan Kesehatan Paripurna

SAMARINDA – Komitmen Gubernur Awang Faroek Ishak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus diwujudkan. Diantaranya, pembangunan sektor kesehatan, yakni segera dibangun 10 rumah sakit pratama di daerah perbatasan dan terpencil.  
Awang menegaskan, sudah menjadi tekad dirinya untuk terus meningkatkan pelayanan optimal bagi masyarakat dan seluruh rakyat Kaltim.  Pelayanan yang baik bagi masyarakat dapat diartikan pula bahwa masyarakat telah ikut merasakan serta menikmati hasil pembangunan.
“Mulai tahun ini kita segera membangunkan pusat-pusat pelayanan kesehatan berupa rumah sakit pratama di beberapa daerah, khususnya daerah yang belum memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai,” jelas Awang Faroek.
Pemprov Kaltim akan terus melakukan pembangunan fasilitas dan sarana maupun prasarana kesehatan di manapun. Fasilitas dan pelayanan kesehatan di perkotaan maupun pedesaan harus sama. Kualitas sumber daya aparatur juga akan terus ditingkatkan.
Kebijakan ini ujar Awang, dalam upaya pemberian pelayanan kesehatan bermutu, berkeadilan dan merata, khususnya untuk mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena setiap orang berhak memperoleh layanan kesehatan memadai.
Sejumlah Rumah Sakit Pratama ini perlu segera dibangun agar terselenggara   pelayanan  kesehatan secara  paripurna  yang  menyediakan pelayanan  rawat  inap maupun  rawat  jalan bahkan didukung pelayanan gawat darurat.
Rumah Sakit Pratama atau rumah sakit umum mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan kesehatan dasar dengan tidak membedakan kelas perawatan yang didukung dengan pelayanan gawat darurat 24 jam.
“Yakinlah komitmen saya bersama seluruh jajaran Pemprov Kaltim untuk mewujudkan pembangunan merata di sektor kesehatan. Kami sudah bertekad untuk memberikan hasil kerja maksimal bagi seluruh rakyat Kaltim, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak merasakan pelayanan kesehatan berkualitas,” tegas Awang Faroek.
Ditambahkan Pemprov telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan dan pengembangan Puskesmas 24 Jam di daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan. Saat ini terdapat 164 Puskesmas dari target 224 Puskesmas yang akan dibangun di seluruh Kaltim.
Sementara itu peningkatan sejumlah sarana kesehatan diimbangi dengan penambahan jumlah tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh kawasan. Ketersediaan tenaga kesehatan merupakan prioritas Kaltim sejak awal kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak.
Misalnya, dokter umum mencapai 786 orang pada 2009 menjadi 1.121 orang atau dengn ratio pelayanan 30 orang melayani 100 ribu penduduk pada 2013. Dokter spesialis pada 2013 adalah 420 orang dibanding 2009  yang hanya 288 orang, termasuk dokter spesialis gigi yang semula 246 orang bertambah jadi 421 orang pada 2013.
Demikian juga dengan tenaga bidan yang mengalami peningkatan, yakni 2.596 orang (70 bidan per 100 ribu penduduk) pada 2013 yang sebelumnya hanya 1.339 orang pada 2009 atau 43 bidan per 100 ribu penduduk.
Tenaga perawat pada 2009 hanya 4.945 orang atau 160 perawat per 100 ribu penduduk menjadi 5.633 pada 2013 atau 153 perawat per 100 ribu penduduk. Disamping itu tenaga ahli kesehatan juga semakin berkembang seiring  dengan kebutuhan tanaga kesehatan.
Selain itu, daerah harus memiliki fasilitas pendidikan yang mampu mencetak tenaga kesehatan lebih berkualitas, salah satunya dengan meningkatkan sarana dan prasarana Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.
Sedangkan, salah satu upaya pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yakni dengan penyediaan fasilitas kesehatan terutama Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dan Puskesmas Pembantu serta Puskesmas Keliling.
Ketiga fasilitas kesehatan tersebut mampu menjangkau segala lapisan masyarakat hingga ke daerah pedalaman dan terpencil bahkan perbatasan. Disamping, ketersediaan Puskesmas, Pemprov juga terus mendukung terbangunnya rumah sakit di daerah ini, yang hingga 2013 tercatat 51 unit.
Sejumlah rumah sakit itu, yakni rumah sakit umum daerah 16 unit dan rumah sakit swasta 13 unit serta rumah sakit TNI lima unit. Rumah sakit milik BUMN dua unit dan rumah sakit khusus 15 unit.  
“Hingga semester I pada 2013 ini jumlah rumah sakit yang terakreditasi meningkat secara signifikan,  yakni 22 unit. Jika dibanding 2009 hanya empat unit. Semua itu merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk memberikan pelayanan berkualitas bagi rakyat,” jelasnya.
Selain itu, semakin meningkatnya jumlah kelahiran yang ditolong tenaga medis pada 2008 hanya sekitar 77,75 persen meningkat menjadi 88,61 persen pada 2011. Keadaan ini tidak terlepas dari kian membaiknya infrastruktur kesehatan di daerah.
Disamping itu, terdapat terdapat UPTD Balai Kesehatan Mata dan Olah raga Masyarakat (BKMOM) Samarinda yang memberikan pelayanan operasi kepada penderita kebutaan akibat katarak  yang  mencapai 1.573 orang dari target 1.550 orang.
Selain itu, untuk pelayanan penunjang diagnostik terdapat UPTD Laboratorium Kesehatan Kaltim di Samarinda, terus meningkat, seiring dengan diperolehnya akreditasi ISO:17025 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
“Meskipun jumlah tenaga kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun namun Pemprov terus berupaya menambah tenaga kesehatan , melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang diperuntukkan bagi putra-putri di daerah perbatasan, terpencil dan pedalaman untuk sekolah khusus tenaga kesehatan dan selanjutnya kembali mengabdi di daerah asal,” ucapnya.
Dalam upaya-upaya peningkatan pelayanan kesehatan ini, Pemprov Kaltim telah menerima penghargaan di bidang kesehatan yaitu Manggala Karya Bakti Husada oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut bukan yang utama, namun dengan penghargaan tersebut merupakan bagian dari bukti pengakuan nasional terhadap keseriusan Pemprov Kaltim untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di daerah ini. (tim humasprov kaltim/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Awang Faroek Ishak selalu menyampatkan diri mengunjungi pasien dalam setiap kunjungan kerja ke sejumlah Rumah Sakit sebagaimana yang dilakukan saat meninjau Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Paser.(yayan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation