Pemprov Kaltim Bantu Koperasi dan UMKM Kubar

KUTAI BARAT – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) menyerahkan bantuan untuk koperasi dan usaha kecil menengah di Kabupaten Kutai Barat berupa 10 unit sepeda motor angkutan barang roda tiga, 10 unit mesin jahit,  10 unit mesin pengemas makanan, lima unit alat kerajinan rotan dan dua unit alat kerajinan ukiran.  
Bantuan diserahkan secara simbolis  oleh Kepala Dinas Disperindagkop Kaltim, H. Mohammad Djailani mewakili Gubernur Kaltim kepada  Bupati Kutai Barat, Ismael Thomas saat Rapat dan Koordinasi Program Pembangunan dan Perkembangan Koperasi dan UMKM di Kutai Barat yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemkab Kubar, Rabu (4/9).
Djailani mengatakan Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi pengembangan hasil-hasil perkebunan yang sangat besar dan bernilai ekonomis yaitu karet dan rotan, namun dalam pengembangan industri turunannya masih perlu ditingkatkan.
“Bantuan-bantuan yang diberikan Pemprov Kaltim diharapkan dapat membantu usaha dan perkembangan koperasi dan industri kerajinan usaha masyarakat,” harapnya.
Dikatakan, potensi Kutai Barat yang sangat besar ini tidak saja menjadi kebanggaan kabupaten,  namun juga kebanggaan Kaltim secara umum. Karena itu Pemprov Kaltim berkomitmen membantu usaha-usaha ekonomi yang bersentuhan langsung dengan rakyat.
Kedepan, produk pertanian dan perkebunan dari Kutai Barat harus diolah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi sehingga memiliki nilai ekonomis lebih bagi masyarakat.  
“Kita tengah mengkaji untuk mendirikan satu lembaga yang khusus menampung dan membeli karet dan hasil rotan serta kerajinan masyarakat. Lembaga ini nantinya membeli komoditi masyarakat secara pantas dan menjualnya ketika harga membaik. Sehingga tidak ada harga turun di tingkat petani atau pengrajin,” ujarnya.
Djailani juga mengharapkan adanya peran aktif dari kalangan perbankan terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dalam pemberian kredit.  Menurut data, ujarnya, saat ini dapat terhimpun Rp1 miliar dana masyarakat Kutai Barat setiap bulannya di BPD Kaltim, namun penyerapan kreditnya hanya 20 persen setiap bulan.  
“Kami berharap peran aktif perbankan dalam pemberian modal. Begitu juga dengan koperasi yang telah mendapat bantuan untuk dapat mempergunakannya dengan baik. Jangan sampai bantuan yang diterima menjadi sia-sia dan bank enggan memberi kredit,” ujarnya.  
Sementara itu, Bupati Kutai Barat, Ismael Thomas mengatakan perkembangan koperasi di kabupaten yang dipimpinnya  sangat pesat dengan jumlah koperasi aktif 778 koperasi. Prestasi inilah yang menjadikan Kutai Barat mendapat penghargaan sebagai kabupaten penggerak koperasi pertama di Kaltim.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menanam komoditi pertanian dan perkebunan, selain karet dan rotan untuk menyeimbangkan pendapatan di kala dua komoditi tersebut harganya turun.  
Disinilah peran koperasi diharapkan untuk melakukan pengendalian harga  produk-produk masyarakat. Jangan sampai petani atau perajin yang selalu dirugikan dengan anjloknya harga di pasaran. Kita berharap peran koperasi dapat mencakup itu semua,” ujarnya. (yul/hmsprov).

///FOTO : Bupati Kutai Barat Ismail Thomas mencoba kendaraan roda tiga bantuan dari Pemprov Kaltim yang disaksikan Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim, HM Djailani (kemeja putih). Bantuan ini untuk sejumlah koperasi dan UMKM di Kubar.(yuli/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait