Pemprov Kaltim Beri Apresiasi Generasi Muda Kreatif

* Pembukaan Lomba di Taman Budaya Kaltim

SAMARINDA - Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Dr Bohari Yusuf berharap generasi muda di Kaltim jangan sampai tertinggal dalam banyak hal positif. Contohnya, dengan mengikuti lomba seni dan olahraga di daerah. Termasuk dalam lomba tari jepen, modern etnic dance, akustik dan lomba lagu pop daerah se Kaltim yang digelar sejak 8-10 Maret ini oleh Yayasan Bina Seni Budaya Kalimantan Timur (YBSBK) di Taman Budaya Kaltim, di Samarinda.
“Dalam kehidupan dunia modern dan kian mengglobal dewasa ini, saya pikir generasi muda jangan terlambat atau tertinggal dengan kegiatan yang positif. Tujuannya, agar generasi muda memiliki kreativitas dalam berkarya, sehingga jauh dari hal-hal negatif. Misalnya, terlibat dalam penggunaan narkoba,” kata Bohari Yusuf ketika membuka lomba tari jepen, modern etnic dance, akustik dan lomba lagu pop daerah se Kaltim, Jumat malam (8/3).
Menurut dia, Pemprov Kaltim  memberikan apresiasi yang tinggi kepada generasi muda yang memiliki kreativitas di daerah. Termasuk kegiatan yang dilaksanakan YBSBK. Lomba tersebut, lanjut dia, memiliki makna yang sangat penting dan strategis, sebab selain menjadi ajang lomba, juga sekaligus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam rangka pembinaan generasi muda, menumbuhkan percaya diri, perluasan pergaulan  dan meningkatkan kualitas generasi muda.
 “Bagi Pemprov Kaltim, upaya ini sangat sejalan dengan prioritas pembangunan yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas SDM masyarakat. SDM generasi muda harus kita tingkatkan. Hal itu tidak hanya semata dapat digali melalui pendidikan formal di sekolah atau perguruan tinggi, melainkan juga bisa diperoleh melalui kegiatan non formal. Contohnya,  lomba ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, dijelaskannya, dalam kehidupan dunia modern memang generasi muda jangan sampai tertinggal. Tetapi perlu diingat bahwa yang datangnya dari luar, hendaknya dapat disaring dengan baik, apakah tidak bertentangan dengan budaya, adat istiadat, norma-norma hukum dan agama yang dianut di negara ini.
Hal ini ditegaskannya, karena setiap sesuatu yang modern itu, pasti akan menimbulkan berbagai dampak. Misal, banyak yang lupa dengan budaya daerah. Contohnya tari-tarian daerah. 
“Karena itu, kita harus mampu mengantisipasinya dengan tindakan-tindakan nyata. Contohnya, generasi muda diharapkan lebih banyak berkreativitas. Misalnya dengan mengikuti lomba tarian daerah dan lagu daerah, sehingga budaya daerah dapat dilestarikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia lomba tari jepen, modern etnic dance, akustik dan lomba lagu pop daerah se Kaltim Hafizah Rahma mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan pengembangan dan mempertahankan identitas dan keaslian seni budaya daerah.           
 Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian memperingati HUT YBSBK ke-21. Sementara, peserta yang hadir mengikuti terdiri dari daerah Nunukan, Tenggarong, Balikpapan dan Samarinda. (jay/hmsprov)
 

Berita Terkait