Pemprov Kaltim Dorong Pengurangan Konsumsi Beras

SAMARINDA–Pemprov Kaltim terus mendorong masyarakat untuk  mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi beras yang ditargetkan dapat dikurangi 1,5% per kapita per tahun dari 115 kg per kapita per tahun. Demikian dikatakan Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak saat Rapat paripurna Ke-10 DPRD Kaltim, Jumat pekan lalu, (3/5).
“Saya sudah mengeluarkan instruksi Nomor 04 Tahun 2009 tentang Penganekaragaman Pangan di Kaltim dan Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 55 Tahun 2011 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di Kaltim,” ujarnya.  
Lanjutnya, program aksi yang telah dilaksanakan antara lain melalui Gerakan Percepatan Penganekaragaman Pangan yang dimulai dari sosialisasi di sekolah-sekolah, pemberian alat pengolah tepung untuk 40 kelompok tani, dan pengembangan tanaman pekarangan oleh 110 Kelompok Wanita Tani di pedesaan.  
Selain itu juga dilakukan melalui Gerakan Lomba Cipta Menu Berbasis Pangan Lokal Non Beras dan Tepung oleh ibu-ibu PKK di seluruh Kaltim.  Konsumsi pangan berbahan dasar beras sangat dipengaruhi oleh faktor budaya atau kebiasaan masyarakat Kaltim yang tidak dapat mengganti  beras sebagai  makanan pokok dengan kelompok pangan lainnya semisal ubi, sagu atau  lainnya.  
Dalam upaya untuk mewujudkan swasembada beras, telah dilakukan pencetakan sawah baru pada tahun 2008 seluas  2.023 hektare (ha), tahun 2009 seluas 800 ha, tahun 2010 seluas 600 ha dan tahun 2011 telah dicetak sawah seluas 2.604 ha. Sedangkan tahun 2012 cetak sawah tercatat bertambah seluas 4.350 ha.
“Melihat tingginya alih fungsi lahan yang terjadi maka diperlukan penerapan Peraturan Daerah  No. 1 Tahun 2013, yang melarang terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Perda ini perlu ditindak lanjuti oleh bupati dengan menerbitkan Perda turunan tentang Perlindungan lahan pertanian tanaman pangan berkelanjutan ini ,” ujarnya. (yul/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak tertarik singkong gajah. Tanaman pertanian non padi terus ditingkatkan agar masyarakat tidak menjadi ketergantungan mengkonsumsi beras. (dok/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait