Pemprov Kaltim Dukung Program Bela Negara

JAKARTA - Pemprov Kaltim sangat mengapresiasi program bela negara yang dilakukan jajaran Kementerian Perttahanan,  belum lama ini. Tujuannya agar memberikan pendidikan kepada masyarakat khususnya para pelajar dan pemuda untuk  membangun bangsa dan negara secara bersama, terutama dalam  menjaga ketahanan negara.

Bela Negara dimaksud agar mendidik generasi muda untuk bertanggungjawab dalam setiap tindakan yang dilakukan, apalagi dalam melaksanakan aktivitas sesuai bidang masing-masing.

“Menurut saya ini sangat bagus dilaksanakan. Dimulai dari para pelajar dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib mengikuti program ini, sehingga rasa tanggungjawab terhadap negara ada. Artinya, jika merasa bertanggungjawab tentu kerjaan yang dibebankan dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” kata Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP usai menghadiri simposium kebangsaan yang dibuka Wapres Jusuf Kalla di Gedung Nusantara IV MPR RI Jakarta, Senin (7/12).

Menurut dia, bela negara diatur dalam Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyebutkan warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pemahaman ini, lanjut dia, diketahui kurikulum pelatihan tiada materi militer sama sekali, yang ada baris berbaris.

Inti dari kurikulum adalah lima nilai dasar, yakni cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, serta memiliki kemampuan awal dalam bela negara baik fisik maupun nonfisik.

“Kondisi ini diperlukan, karena beragam masalah Bangsa Indonesia akhir-akhir ini perlu perhatian, seperti bentrokan antar agama hingga pelajar dan mahasiswa, karena berawal dari pemahaman Pancasila yang minim. Karena itu dalam kegiatan bela negara juga diberikan pendidikan kewarganegaraan,” jelasnya. (jay/es/humasprov)

///FOTO : Mukmin Faisyal HP

 

Berita Terkait
Government Public Relation