Pemprov Kaltim Libatkan TNI

Mewujudkan Swasembada Pangan

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim terus berkomitmen mewujudkan percepatan swasembada pangan di daerah. Kerjasama pun digalang melibatkan TNI khususnya bintara pembina desa (Babinsa) di jajaran Kodam VI Mulawarman dalam kegiatan pertanian di Kaltim.

Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis yang disampaikan staf ahli bidang Pertanian, SDA dan Lingkungan Hidup Sigit Hardwinarto mengatakan kerjasama   pemerintah daerah dengan TNI sangat strategis dalam upaya percepatan swasembada pangan Kaltim.

"Presiden Jokowi (Joko Widodo) telah menetapkan pencapaian swasembada pangan nasional dan Kaltim tentunya turut berkontribusi untuk mewujudkan itu. Kita lakukan percepatan dengan melibatkan TNI di jajaran Kodam VI Mulawarman," kata Awang Faroek pada Rakor Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Pendukungnya di Aula Distan Kaltim, Kamis (15/1).

Gubernur menyebutkan produksi pangan Kaltim khususnya padi untuk gabah kering giling (GKG) 564.162 ton atau setara dengan 353.955 ton beras. Sementara kebutuhan sebesar 443.498 ton. Artinya terjadi kekurangan 95.543 ton atau 21 persen.

Selain itu, saat ini terdata sekitar 500 ribu hektar lahan potensial untuk kegiatan pertanian namun masih banyak terdapat lahan-lahan tidur (tidak produktif) atau telantar tanpa dikelola pemilik lahan.

Kerjasama antara Pemprov Kaltim dengan TNI menurut Gubernur, sangat penting dalam memberikan semangat bagi pelaku utama (petani/gabungan kelompok tani) untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pertanian mereka.

"Disiplin yang dimiliki prajurit TNI diharapkan mampu ditularkan kepada para petani kita sehingga mampu mengejar musim tanam yang sudah dimulai ini. Selain mampu meningkatkan produksi juga produktivitas untuk percepatan swasembada pangan," harapnya. 

Sementara itu Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono mengatakan para Babinsa selain melakukan pendampingan, mereka juga  akan ikut langsung menjadi pelaku untuk bercocok tanam.

"Di daerah tertentu prajurit kita selain melakukan pendampingan juga menjadi pelaku. Saat ini puluhan Babinsa telah mengikuti pelatihan agar mengerti tentang penggunaan pupuk dan pola penanaman benih jua penggunaan alat mesin pertanian," ujar Benny Indra Pujihastono.

Rakor dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian Kementan Yasid Taufik dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim serta Danrem 091/ASN Kolonel Inf  Teguh Arief Indratmoko dan sejumlah perwira jajaran Kodam VI Mulawarman.

Ikut hadir pada rakor tersebut Kepala BKPP Kaltim H Fuad Asaddin dan Kepala BPS Aden Gultom, Kepala BPTP Kaltim M Hidayanto dan para Komandan Kodim dan kepala dinas pertanian dari sembilan kabupaten dan kota se-Kaltim serta para pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim. (yans/sul/hmsprov)

///Foto: Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono saat memberikan pengarahan pada Rakor Upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai Kaltim. (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation