Pemprov Kaltim Prioritaskan Penanganan Pengairan

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim memprioritaskan penanganan pengairan yang selama ini menjadi suatu kendala dalam mendukung pencapaian swasembada pangan di Kaltim dengan melakukan sejumlah pembangunan irigasi.

"Ketersediaan air untuk mendukung pengembangan pertanian sangatlah penting. Karena itu, pembangunan irigasi akan terus dilakukan untuk menjamin ketersedian air bagi persawahan," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Menurutnya, berdasarkan data dari Balai Wilayah Sungai dan Dinas Pekerjaan Umum, khususnya  Bidang Pengairan, potensi pengairan yang telah dibangun di Kalimantan Timur seluas 53.110 hektare dengan pengairan yang dimanfaatkan seluas 17.763 hektar. Sedangkan data dari Dinas Pertanian terdapat 14.985 hektar luas tanam yang sudah ada pengairannya dari total area luas tanam seluas 69.830 hektare.

"Terkait persoalan pengairan yang belum maksimal ini disebabkan karena lokasi pembangunan irigasi berjauhan dengan lokasi pertanaman petani," katanya.

Pemprov Kaltim, kata Awang, telah berupaya melakukan pengembangan kawasan irigasi di sejumlah daerah diantaranya yakni di Biatan dan Semurut Kabupaten Berau, Bendungan Kaliorang di Kutai Timur dan Bendungan Marangkayau di Kutai Kartanegara.

"Dengan terbangunnya irigasi di sejumlah daerah, nantinya diharapkan pelayanan pengairannya dapat ditingkatkan. Kita berharap dukungan dari Kementerian Pertanian untuk merealisasikan pembangunan irigasi lainnya seperti bendungan irigasi Telake dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Kaltim," katanya. (rus/sul/humasprov)

Berita Terkait