Pemprov Kaltim Serius Siapkan Generasi Cemerlang

Rembuk Pendidikan Kaltim 2014

SAMARINDA-Pendidikan merupakan isu penting yang menjadi program prioritas  dalam Visi Kaltim Maju 2018. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi. Pembentukan kapasitas SDM Kaltim yang berdaya saing tinggi tersebut pada akhirnya akan mendorong pencapaian kehidupan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal saat membuka Rembuk Pendidikan yang mengangkat tema "Dengan Semangat Kaltim Cemerlang Kita Wujudkan Kaltim Maju 2018" menegaskan, bahwa keseriusan pemerintah mengupayakan peningkatan kualitas SDM salah satunya karena alasan keharusan Kaltim untuk melakukan transformasi ekonomi.

Kaltim tidak boleh hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tanpa kemampuan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tambah dan kemampuan untuk memanfaatkan serta mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam terbarukan (renewable resources).

Mukmin menguraikan, globalisasi menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam penguasaan teknologi, manajemen dan SDM. Keunggulan teknologi akan menurunkan biaya produksi, meningkatkan nilai tambah, memperluas keragaman produk dan meningkatkan mutu produk. Sedangkan keunggulan manajemen akan meningkatkan efektifitas dan efesiensi.

"Nah, untuk itulah, maka Kaltim perlu SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Penyiapan ini sudah dilakukan Pak Gubernur sejak lima tahun lalu dengan Program Kaltim Cemerlang. Saya pikir, manfaatnya sudah bisa kita lihat dan ke depan akan lebih baik lagi," kata Mukmin Faisyal.

Lanjut Mukmin, keunggulan SDM merupakan kunci daya saing, karena SDM-lah yang akan menentukan siapa yang mampu menjaga kelangsungan hidup, perkembangan dan kemenangan dalam persaingan. "Apa yang kita lakukan adalah menyiapkan SDM yang baik. Sehingga pada saat sumber daya alam kita kian menipis, Kaltim sudah memiliki SDM yang siap dengan kemampuan dan daya saing yang tinggi," bebernya.

Program Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata, dan Prestasi Gemilang) adalah program yang secara khusus disiapkan Pemprov Kaltim untuk membangun generasi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Diantara langkah penting yang sudah dilakukan Pemprov Kaltim sejak beberapa tahun silam adalah dengan memberikan Beasiswa Kaltim Cemerlang dengan rata-rata 30.000 penerima sejak 2009-2013 dan pada 2014 dan seterusnya, Pemprov Kaltim meningkatkan kesempatan untuk 50.000 penerima dengan syarat sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Lebih jauh Mukmin memaparkan, SDM  dengan daya saing tinggi berbasis keilmuan sains, teknologi, kedokteran dan pertanian dalam arti luas merupakan generasi-generasi yang sangat diharapkan.  Sebab itulah, meski pendidikan tinggi merupakan kewenangan pusat, Pemprov Kaltim tetap bersemangat untuk mendorong percepatan pembangunan perguruan tinggi.

Kerja nyata yang dilakukan diantaranya adalah mendorong pendirian Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur. Bekerja sama dengan Pemkot Balikpapan, gedung ITK dibangun di Balikpapan. Sedangkan ISBI akan dibangun di Kutai Kartanegara. Pada rembuk pendidikan kemarin,  juga diserahkan sertifikat lahan seluas 31 hektar dari Pemkab Kutai Kartanegara kepada Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof Hermin Kusmayanti, mewakili Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi.

Dalam rangkaian rembuk pendidikan tersebut, Wagub Mukmin Faisyal juga melantik kepengurusan Dewan Pendidikan Kaltim periode 2014-2019. Dewan Pendidikan periode ini dipimpin Hj Encik Widiani Sjaraddin dan sekretaris Djoko Iriandono. Dewan Pendidikan Kaltim terdiri dari 13 pengurus inti dibantu kelompok-kelompok kerja (pokja). 

"Mudah-mudahan bisa segera bekerja sebagai mitra pemerintah untuk memberi masukan kepada dinas terkait dan gubernur," ujar Mukmin.

Dia juga mengingatkan agar Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kaltim selalu bersinergi untuk membangun pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia Kaltim. Dia meyakini, sukses pembangunan pendidikan di Kaltim akan mampu diwujudkan dengan kebersamaan yang solid.

Sementara itu,  Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan H Sigit Muryono mengungkapkan, khusus untuk ITK pada tahun 2015 Pemprov akan memberikan kesempatan kepada 300 calon mahasiswa. 100 mahasiswa akan diisi dengan formasi putra-putri Kaltim dari kabupaten dan kota. Sementara 200 mahasiswa akan diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN).

"Komposisi perkabupaten dan kota untuk formasi Kaltim akan kita bahas di rembuk pendidikan ini," ujar Sigit.

Rembuk Pendidikan yang dihadiri unsur pendidikan terkait di berbagai tingkatan tersebut dibuka dengan pemutaran film singkat buah karya mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, yang saat ini belajar di ISI Yogyakarta. Selain itu juga ditampilkan berbagai kreasi seni tari dan modeling yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa ISBI. (sul/hmsprov)

//Foto: UNTUK ISBI. Wagub HM Mukmin Faisyal menyerahkan sertifikat lahan seluas 31 hektar dari Pemkab Kutai Kartanegara kepada Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof Hermin Kusmayanti, mewakili Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi. (johan/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation