Pemprov Kaltim Tuan Rumah Rakonreg PDRB se Kalimantan 2019

Dr H Zairin Zain

SAMARINDA - Pemprov Kaltim menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Konsultasi Analisis Ekonomi Regional (Rakonreg) PDRB Se-Kalimantan 2019 yang dipusatkan di Balikpapan, sejak 17-18 Juli 2018 yang rencana dibuka Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor.

Kepala Bappeda Kaltim Dr H Zairin Zain mengatakan, pelaksanaan itu dimaksud agar memperkuat koordinasi dan kerjasama antara BPS, Bappeda dan Perangkat Daerah yang menangani statistik di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lintas regional Kalimantan dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan.

"Insyaallah kegiatan ini dibuka Gubernur Kaltim Isran Noor. Pelaksanaan di Hotel Novotel Balikpapan," kata Zairin Zain di Samarinda, Selasa (16/7/2019).

Zairin mengatakan tujuan pelaksanaan adalah mengidentifikasi peran sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam perspektif pengukuran ekonomi (PDRB). Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam percepatan pembangunan ekonomi regional. Menyusun statistik Kalimantan yang memuat indikator pembangunan sebagai bahan evaluasi kinerja pembangunan provinsi-provinsi di Kalimantan.

Melihat kinerja ekonomi di Pulau Kalimantan, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dari sebesar 4,33% pada 2017 menjadi 3,91% pada 2018. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi 2018 menempatkan Kalimantan Utara dengan pertumbuhan tertinggi dibanding wilayah lainnya di Pulau Kalimantan dengan pertumbuhan sebesar 6,04 persen, diikuti oleh Kalimantan Tengah yang tumbuh sebesar 5,64 persen, Kalimantan Selatan (5,13 persen), Kalimantan Barat (5,06 persen), dan Kalimantan Timur (2,67 persen). 

Namun jika dilihat dari struktur perekonomian Pulau Kalimantan pada tahun 2018, masih didominasi oleh Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 51,93 persen, diikuti Kalimantan Barat (15,79 persen), Kalimantan Selatan (13,99 persen), Kalimantan Tengah (11,29 persen) dan Kalimantan Utara (7,00 persen).

Berdasarkan data tersebut, maka diperlukan pembangunan yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya untuk memproduksi barang dan jasa bernilai tambah tinggi untuk memenuhi pasar dalam negeri dan ekspor. 

"Hasilnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan berkualitas yang ditunjukkan dengan keberlanjutan daya dukung sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan secara adil dan merata," jelasnya.

Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Bappeda se Kalimantan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi se Kalimantan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia se Kalimantan dan Balikpapan serta seluruh Kepala Perangkat Daerah Pemprov Kaltim. (jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait