Pemprov Komitmen Sukseskan Program BPJS

Buka Puasa Bersama Gubernur Dengan Kemitraan BPJS Kesehatan

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen untuk menyukseskan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Manfaat jaminan ini harus dinikmati seluruh masyarakat Kaltim.

Proses transformasi dari Askes ke BPJS dilakukan secara bertahap, didukung pencanangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga saat ini telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) JKN di masing-masing daerah dengan anggota dari semua organisasi profesi kesehatan dengan tujuan melakukan pemantauan pelaksanaan JKN.

“Di Kaltim kita terus berupaya bagaimana pengelolaan BPJS dan JKN bisa dilakukan lebih professional dan tepat sasaran. Dan yang terpenting bisa dinikmati masyarakat,” kata Awang Faroek Ishak saat buka puasa bersama Forum Kemitraan BPJS Kesehatan Kaltim di Guest House Pendopo Lamin Etam Samarinda, Rabu (16/7).

Gubernur menilai bahwa Forum Kemitraan BPJS Kesehatan sangat penting untuk menyukseskan program JKN ini agar kebutuhan dasar masyarakat khususnya soal kesehatan masyarakat  dapat terpenuhi secara baik. 

Melalui Forum Kemitraan BPJS ini diharapkan program-program BPJS dan JKN bisa tersosialisasikan secara baik. Demi  menunjang kinerja forum ini, gubernur meminta agar mereka dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

“Saya sudah buka websitenya. Tetapi masih perlu dilengkapi. Sajian  informasi terbaru harus disampaikan secara tepat dan cepat. Kalau perlu belajar dengan daerah lain untuk menyukseskan program ini. Karena itu, mari kita tingkatkan kerjasama kemitraan ini,” pinta Awang. 

Dengan program ini, diharapkan rumah sakit yang ada di Kaltim, baik milik provinsi, kabupaten/kota dan swasta dapat menyukseskan program tersebut. Diharapkan implementasi program BPJS dan JKN yang telah dilaksanakan dapat berjalan baik. 

Meski demikian, yang terpenting adalah forum kemitraan ini dapat saling berkomunikasi dengan pemerintah, apabila terjadi masalah. “Apalagi Pemprov Kaltim telah memprogramkan teleconference antara Gubernur dengan Bupati dan Walikota se Kaltim setiap tiga bulan sekali. Diharapkan, hal tersebut dapat disampaikan ketika teleconference dilaksanakan, terutama mengenai pelaksanaan BPJS di Kaltim dan Kaltara dapat dipantau,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional VIII BPJS Kesehatan  dr Tolopan Tobing mengatakan saat ini ada 17 rumah sakit swasta di Kaltim yang belum bekerjasama dengan BPJS karena belum ada kesepakatan terkait tarif pelayanan.  (jay/sul/hmsprov)

 

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak (kanan) dan Kepala Divisi Regional VIII BPJS Kesehatan  dr Tolopan Tobing saat buka puasa bersama. Gubernur menegaskan komitmen mendukung pelaksanaan program BPJS di Kaltim. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait