Pemprov Lirik Program Transmigrasi Nelayan

 

Pemprov Lirik Program Transmigrasi Nelayan 

 

SAMARINDA - Biro Kerjasama dan Penataan Wilayah Setprov Kaltim siap merealisasikan rencana program transmigrasi nelayan yang akan ditempatkan pada pulau-pulau terluar di wilayah pesisir Kaltim.

"Minggu depan kami  akan  melakukan rapat  dengan institusi terkait untuk membahas kelanjutan rencana transmigrasi nelayan ini," kata Kepala Biro Kerjasama dan Penataan Wilayah Setprov Kaltim Tri Murti Rahayu, di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/2)

Tri Murti menambahkan, hasil konsultasi dari Kementerian Kalautan dan Perikanan, terdapat program transmigrasi nelayan dan bantuan peralatan untuk nelayan. "Program tersebut akan kami  manfaatkan dan sinergikan dengan program Kaltim, khususnya untuk program transmigrasi nelayan," ujarnya.

Tri Murti mengatakan, setelah dilakukan pertemuan dengan institusi terkait,  pihaknya akan langsung  mendatangi daerah-daerah yang masyarakatnya memang mayoritas nelayan, seperti Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk menjajaki kemungkinan kerjasama.

"Kedua daerah tersebut memiliki keterikatan dengan Kaltim karena banyaknya warga Sulsel dan Sulbar yang berdomosili di daerah Nunukan, Tarakan dan daerah pesisir lainnya," kata Tri Murti.

Dia menambahkan,  saat ini  di wilayah  Kaltim terdapat  378 pulau  yang  sudah tercatat dalam register nasional. Jumlah pulau tersebut sudah dicatatkan ke Menteri Dalam Negeri. Namun dari  hasil  identifikasi masih terdapat  25 pulau ditambah 14 pulau yang baru ditemukan gugusan Pulau Balabalagan di Kabupaten Paser. Jadi ada 39 pulau baru yang belum diregister dan diberi nama.

"Untuk pulau yang sudah berpenghuni, banyak sekali, sementara untuk penempatan warga transmigrasi pada  pulau-pulau terluar Kaltim, kita  akan melakukan  pengecekan  dan identifikasi lapangan. Kira-kira pulau-pulau mana yang layak untuk dihuni," kata Tri Murti.

Seperti  diketahui sebelumnya, Gubernur  Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak minta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  maupun dinas dan  jajaran terkait di lingkungan Pemprov Kaltim melakukan   kerjasama dengan sejumlah daerah yang  mayoritas penduduknya nelayan.

Program  transmigrasi  nelayan  dimaksudkan  sebagai upaya mengantisipasi agar pulau-pulau  kecil  dan terluar di pesisir wilayah Kaltim tidak dikuasai atau diakui oleh pihak asing.

"Tolong  jajaran Disnakertrans  bersama dinas  terkait,  lakukan kerjasama dengan dearah lain di Sulawesi maupun Jawa agar bisa dilakukan kerjasama dalam program transmigrasi nelayan," pinta  Awang Faroek Ishak saat memimpin rapat dengan pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim beberapa waktu lalu. (mar/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation