Pemprov Minta Akademisi Kaji Beasiswa Perguruan Tinggi

Pemprov Minta Akademisi Kaji Beasiswa Perguruan Tinggi

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim meminta akademisi mengkaji program kuliah gratis bagi mahasiswa Kaltim, baik untuk perguruan tinggi swasta maupun negeri. Program ini merupakan inisiatif Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang sadar akan potensi sangat besar yang dimiliki Kaltim, sehingga harus dikelola dengan baik oleh sumber daya manusia Kaltim yang cerdas dan bermutu. Apalagi saat ini Kaltim fokus membangun ekonomi berbasis agroindustri dengan mengedepankan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

Saat ini sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Kaltim tengah mengkaji melalui grand desain implementasi beasiswa tersebut. Tujuan grand desain ini untuk memberikan masukan kepada pemerintah tentang peluang dan kemungkinan pemerintah melaksanakan program tersebut.

“Diharapkan kajian tersebut menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah. Misalnya, rasa aman dalam penyelenggaraan program ini, juga menyangkut ketersediaan dana.  Perlu ada payung hukum,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Kaltim Sigit Muryono usai membuka simposium grand desain implementasi beasiswa perguruan tinggi se-Kaltim 2015 di Samarinda, Senin (16/11).

Kondisi tersebut, juga sangat erat hubungannya dengan peraturan daerah tentang pendidikan. Karena itu, perlu adanya peninjauan kembali dari masing-masing tim akademisi yang telah ditetapkan untuk mengkaji program beasiswa tersebut.

Dengan kajian ini, diharapkan ada payung hukum bagi Pemprov Kaltim untuk menjalankan program tersebut di masa datang. “Diharapkan ke depan, siapa pun Gubernur Kaltim yang terpilih dapat menjalankan program tersebut, sehingga program ini lestari sepanjang masa. Bukan hanya itu, diharapkan juga ada aturan lain yang dapat membenarkan program tersebut, sehingga tidak bermasalah dikemudian hari,” jelasnya.

Ada enam hal yang patut menjadi pertimbangan dalam menjalankan program tersebut, yakni pertama apakah program ini hanya untuk mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi di Kaltim, baik swasta maupun negeri agar bebas dari biaya sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) dan merupakan warga Kaltim. Kedua, dengan model subsidi atau didukung Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Ketiga, diperuntukan untuk mahasiswa yang tidak mampu saja. Keempat, diperuntukan untuk mahasiswa yang berprestasi saja. Kelima, diperuntukkan untuk khusus mahasiswa baru saja dan keenam mereka yang hanya menyelesaikan tugas akhir perkuliahan.

            “Sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak, ini diharapkan bisa dikaji oleh para akademisi. Jika, semua telah sepakat dan payung hukumnya telah ditetapkan, tentu pemerintah daerah bisa menjalankannya,” tambah Sigit.

Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiati mengatakan program beasiswa gratis bagi mahasiswa perguruan tinggi muncul setelah masih ada lulusan siswa SMA sederajat yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Umumnya karena kekurangan biaya.

"Inisiatif gubernur untuk program ini bukan karena Kaltim semata-mata sebagai daerah kaya, tetapi karena adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk program pendidikan. Faktanya, tidak banyak daerah lain yang APBD-nya lebih besar tetapi belum mampu menjalankan program sekolah gratis atau pendidikan gratis. Kami berharap masukan dari akademisi dapat membantu pemerintah, sehingga program ini dapat terlaksana secara berkesinambungan,” kata Dayang Budiati. (jay/sul/hmsporv)

Berita Terkait