Pemprov Prioritaskan Bangun Infrastruktur

Jalan Nasional dan Provinsi Terus Ditingkatkan


SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan sektor infrastruktur menjadi prioritas utama program pembangunan di Kaltim, dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti sandang, pangan dan papan, jalan dan jembatan, pelabuhan dan bandara, listrik, air bersih, telekomunikasi dan lainnya.
“Sudah menjadi tekad kita bersama bahwa kebutuhan dasar masyarakat Kaltim harus dipenuhi, untuk itu pembangunan infrastruktur harus terus dilanjutkan. Kita harus memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, agar Kaltim menjadi lebih baik,” ujar Gubernur Awang Faroek, Senin (27/5).
Awang Faroek mengungkapkan selama masa kepempimpinannya sebagai gubernur, Pemprov terus berusaha meningkatkan pembangunan infrastruktur khususnya jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kaltim. Untuk jalan, sambung Faroek,  masyarakat harus memahami mengenai pembagian kewenangannya, yaitu jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota.
Dijelaskan, panjang jalan nasional di Kaltim 2.118,17 kilometer. Kondisi mantap jalan nasional pada 2011 mencapai 72,84 persen, sedangkan pada 2012 meningkat menjadi 86,78 persen. Diakui, masih terdapat ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan, diantaranya ruas Batu Aji-Kuaro – Penajam, Kerang batas Prov.Kalsel – Batas Tanah Grogot, Ma. Lembak – Pelabuhan Sangkulirang, Sp. Perdau – Bt. Ampar – Ma. Wahau – Kelay – Labanan.
Selanjutnya, Sekatak Buji – Malinau, Mensalong – Simanggaris – Batas Negara, Loa Janan – batas Kota Tenggarong, Tenggarong – Senoni, Senoni -  Kota Bangun – SP Blusuh – Batas Kalteng, Petung - Semoi - Sepaku - Km. 38 Samboja.
Upaya Pemerintah dalam menangani kerusakan jalan Nasional, pada 2013 dilakukan dengan peningkatan kualitas ruas-ruas jalan baik lintas selatan dengan alokasi APBN sebesar Rp861,190 miliar, lintas tengah Rp126,731 miliar, lintas utara/perbatasan Rp884,857 miliar  dan non lintas (Rp284,591 miliar).
Sementara itu, panjang jalan provinsi 1.762,07 kilometer, dengan kondisi mantap pada 2011 65,69 persen dan pada 2012 meningkat menjadi 75,86 persen. Sedangkan ruas jalan provinsi yang masih mengalami kerusakan adalah Samarinda – Sanga Sanga – Dondang, SP. Lembuswana - Sebulu – Ma. Bengkal, Simpang Bentuas - Muara Jawa, Kerang - Segendang - Tj. Aru, Linggang Bigung - Batas Kalteng, Sangkulirang – Talisayan dan Tanjung Redeb – Talisayan.
Dalam menangani kerusakan jalan provinsi, Pemprov pada 2013 melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas jalan dengan alokasi dana APBD sebesar Rp1,448 triliun. Kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan kualitas (aspal/rigid), pemeliharaan jalan dan jembatan (efektif dan fungsional), serta penanganan longsoran.
“Dengan alokasi dana yang ada belum mampu meningkatkan kualitas jalan secara keseluruhan, sehingga penanganan dilakukan sesuai skala prioritas. Untuk itu, masyarakat hendaknya memahami hal tersebut, karena dengan anggaran yang terus meningkat setiap tahunnya permasalahan tersebut pasti bisa diatasi,” ucapnya. (her/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat meninjau kondisi jalan di Kaltim.(dok/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait