Pemprov Segera Bangun Green Growth Compact

SAMARINDA- Pemprov Kaltim  akan  membangun "Green  Growth Compact ” (GGC), yaitu suatu forum atau media yang menyediakan kerangka kerja bagi para pihak dalam membangun perencanaan, kebijakan, dan aksi  yang lebih operasional di wilayah dan lingkungan kerjanya masing-masing, dengan tetap berbasis pada peraturan dan sistim pelaksanaan yang telah ada. GGC dibangun dalam rangka meningkatkan percepatan perwujudan Kaltim Green
"Forum ini akan dipimpin oleh gubernur dan Menteri LHK, dengan para bupati, pimpinan dunia usaha, akademisi, dan sejumlah NGO baik nasional maupun internasional sebagai anggota intinya." kata Awang Faroek Ishak, saat memberikan arahan pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bupati dan wakil bupati Kutai Barat di Pedopo Lamin Etam, (19/4) lalu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kaltim  H Riza Indra Riyadi mengatakan untuk pelaksanaan pembangunan GGC pihaknya telah membangun bentang alam  Wehea, dimana induknya adalah hutan lindung Wehea yang menyangganya ada dari  HPH, perusahaan  perkebunan dan  kehutanan yang jumlahnya arealnya mencapai lebih kurang  300 ribu hekatare lebih, sementara zona intinya Hutan Lindung Wehea 38 ribu hektare lebih,  
Pengelolaanya sudah melakukan yang mana areal hutan tersebut juga merupakan habitat orang utan, walaupun itu dalam areal HPH  dan perkebunan tetap ada yang dilindungi termasuk jalur-jalur  lintas orang utan termasuk satwa-satwa lainnya, begitu pula keaneka ragaman hayati yang dilindungi ada di dalamnya termasuk pohon-pohon langka seperti pohon bangris.
"Semua sudah  bersepakat  dan berkomitmen baik pemerintah,  dunia usaha maupun masyarakat adat yang ada disana  dalam satu pengelolaannya untuk melindungi  bentang alam Wehea, itu yang disebut  Green Growth Compact, dimana Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak sudah menandatagani SK  untuk pengelolaan bersama," kata Riza Indra.(mar/humasprov

Berita Terkait
Government Public Relation