Pemprov segera Bangun Masjid Al Faruq

Gubernur Awang Faroek pada pertemuan membahas pembangunan Masjid Al Faruq. (masdiansyah/humasprov kaltim).

 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam waktu dekat ini segera membangun Masjid Jami’ Al Faruq Samarinda. Rencana pembangunan ini terungkap pada rapat perencanaan pembangunan masjid Pemprov Kaltim di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Selasa (21/11). Rapat perencanaan pembangunan masjid sekaligus presentasi dari konsultan pelaksana PT Widyacona Consultant dipimpin Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. Dalam rapat itu disebutkan pembangunan segera dimulai pada awal 2018 dan dilakukan groundbreaking pada Desember 2017 dengan target tuntas selama enam bulan pengerjaan.

 

Rumah ibadah umat Islam ini nantinya dibangun di eks lahan Lapangan Sepakbola Kinibalu Kampung Jawa Samarinda dengan bangunan berlantai tiga. Selain itu, sesuai alokasi anggaran yang tersedia pada perubahan APBD 2017 sebesar Rp2,3 miliar, maka panitia pembangunan terlebih dulu membangun rumah imam.

 

Selanjutnya, dianggarkan pada APBD murni 2018 sebesar Rp71 miliar untuk pembangunan masjid dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pada kesempatan itu, Gubernur Awang faroek Ishak menegaskan pembangunan masjid yang akan diberi nama Masjid Jami’ Al Faruq untuk sarana ibadah umat Islam secara umum. “Masjid ini nantinya bukan hanya untuk kebutuhan ibadah pegawai (pegawai Pemprov Kaltim). Tapi terbuka untuk umum dan masyarakat bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk beribadah,” katanya.

 

Menurut dia, pembangunan masjid di pusat kota tepian ini sudah melalui konsultasi dan koordinasi dengan lembaga legislatif Provinsi Kaltim. Karenanya, Awang berharap pembangunan segera dilakukan dan terlebih dulu dilakukan lelang untuk mendapatkan pelaksana proyek pembangunan yang sah dan sesuai aturan. “Kita segera saja lakukan tahapan-tahapan  untuk pelaksanaan pembangunan mulai dari groundbreaking, lelang pekerjaan proyek hingga pembangunan. Kita targetkan enam bulan sudah tuntas dan minimal Oktober 2018 sudah bisa digunakan masyarakat untuk beribadah,” harapnya.

 

Hadir Asisten Administrasi Umum H Bere Ali serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Meiliana, pimpinan OPD dan kepala biro terkait di loingkup Pemprov Kaltim, pajabat Kanwil Kemenag Kaltim dan Dinas PUPR Pera Kaltim serta manajemen PT Widyacona Consultant.(yans/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation