Pemprov Yakin Program Pendamping Desa Berlanjut

 

SAMARINDA- Pemprov Kaltim berkeyakinan kelanjutan program pendamping desa yang sebelumnya adalah program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) dipastikan berlanjut tahun ini.

Meski pun program tersebut selesai akhir Maret ini, diharapkan kelanjutan program tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun ini. Karena, pelaksanaan program ini dilaksanakan oleh pendamping lokal desa (PLD) untuk tingkat desa, pendamping desa (PD) untuk tingkat kecamatan dan tenaga ahli (TA) untuk tingkat kabupaten.

“Kami yakin, karena amanat Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang desa harus adanya pendamping desa, diyakini program ini akan berlanjut,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim M Jauhar Efendi dikonfirmasi di Samarinda, Kamis (3/3).

 

Selanjutnya, yang menjadi permasalahan adalah apabila ini berlanjut apakah akan ada seleksi kembali atau tidak. Namun demikian, Pemprov Kaltim berharap tenaga yang ada dapat ditambah. Karena, kondisi di Kaltim satu pendamping lokal desa mengatasi empat desa.

Artinya, Pemerintah Pusat diharapkan komitmen dalam mendukung penyelenggaraan program tersebut. Karena alokasi ini merupakan dari APBN. “Jika ke depan kondisi ini tidak ada kelanjutan, maka Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dapat memikirkan bagaimana mencari solusi untuk perkembangan pembangunan perdesaan. Karena, program ini sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yakni membangun Negara dari pinggiran atau perdesaan,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation