Pemrov Bantu Tiket Perbatasan

* Masyarakat Diimbau Tenang dan Damai

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim mengambil alih penetapan harga tiket angkutan ke wilayah perbatasan yang selama tiga bulan dilepas ke pasar karena subsidi dari Pemerintah Pusat melalui dana APBN belum juga cair.
Untuk rute Samarinda Long Ampung yang tadinya Rp.1.700.000 setelah dikaji ulang tariff tertingginya sebesar Rp.1.469.100. Setelah disubsidi Pemrov Kaltim sebesar Rp.1.000.000 harga tiket hanya menjadi  Rp.469.000.
Untuk rute Tarakan-Long Apung juga mendapat subsidi sebesar Rp.1.000.000  dari harga kelayakan sebesar Rp.1.512.000 sehingga harga yang harus dibayar penumpang  hanya sebesar Rp.512.000 .  
Sedangkan rute Tarakan-Long Bawan semula Rp.949.000 disepakati menjadi Rp.447.700 setelah mendapat subsidi Pemprov sebesar Rp.500.000.
Demikian disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di saat bertemu dengan Tim Banggar DPR RI bersama SKPD Kaltim di ruang Ruhui Rahayu, Rabu malam (3/3).
“Kita bantu dahulu ongkos ke perbatasan ini melalui dana dari Pemprov Kaltim sementara dana subsidi ongkos angkut dari dana APBN belum turun,” jelas Gubernur.
Diharapkan,  Bandara Temindung sudah dapat melayani masyarakat yang ingin pulang dari Samarinda atau sebaliknya, dengan harga tiket baru yang telah dikaji ulang harga batas tertingginya.
Jika dana subsidi ongkos angkut ke wilayah perbatasan dari Pemerintah Pusat melalui dana APBN telah cair, maka harga tiket akan kembali normal seperti halnya yang berlaku selama ini yaitu rute Samarinda-Long Ampung Rp.285.000, Long Ampung-Tarakan Rp.200.000 dan rute Tarakan-Long Bawan sebesar Rp.264.000 per penumpang.
Selama ini masyarakat di tiga kabupaten, yaitu Nunukan, Malinau dan Kutai Barat setiap tahun menerima  subsidi ongkos angkut penumpang dan barang. Tetapi karena keterlambatan pencairan dana di Kementerian Keuangan, maka selama tiga bulan ini masyarakat tidak menerima subsidi ongkos angkut
“Kita ingin masyarakat tetap tenang dan damai tanpa ada keresahan. Kita ingin masyarakat wilayah perbatasan yang tertahan di Samarinda dapat terangkut secepatnya. Begitu juga sebaliknya jika masyarakat di perbatasan ingin ke Samarinda dapat terlayani,” harap Gubernur.(yul/hmsprov)

//Foto: TUNGGU SUBSIDI PUSAT. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (depan tengah) dalam kunjungannya di Krayan, Kabupaten Nunukan, di sebelah kirinya Bupati Malinau Yansen TP dan Bupati Nunukan M Basri. (samsul/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation