Pemuda Harus Memiliki Karakter Membangun Bangsa

Pembinaan Alumni Program Kepemudaan Kaltim


SAMARINDA – Pemuda adalah generasi penerus dan pewaris bangsa, karena itu diharapkan pemuda memiliki karakter kuat, sehingga mampu membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Hal ini dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dispora Kaltim,  H Sigit Muryono ketika membuka Pembinaan Alumni Program Kepemudaan se Kaltim di Samarinda, Senin (29/4)
Menurut dia, majunya suatu negara dapat terlihat dari kesiapan generasi muda, yang memiliki kepribadian baik, semangat nasionalisme, berdaya saing dan mampu memahami perkembangan pengetahuan dan teknologi.
“Itu semua dilakukan, agar pemuda di Indonesia, khususnya di daerah dapat mengantisipasi persaingan di era global. Karena itu, pemuda diharapkan juga menjadi agen perubahan yang memiliki moral dan sosial yang tinggi, sehingga mampu membawa perubahan semakin baik bagi masyarakat,” kata Sigit.
Dijelaskan, kondisi sebagian pemuda saat ini menyedihkan, karena pemuda Indonesia sekarang kurang meneladani para pendahulu, yang memiliki teladan yang baik.
Bahkan, penurunan moral terus terlihat di mana-mana, terlena dengan kebanggaan kebebasan dan melupakan tanggung jawab sebagai penerus bangsa, serta hanya sibuk dengan kesenangan.
“Pemuda adalah insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar untuk kemajuan bangsa. Karena itu, peningkatan pengetahuan akademik juga harus mereka miliki, sehingga mengetahui peran dan fungsinya sebagai pemuda,” jelasnya.
Meski begitu, lanjut dia, hingga saat ini pemuda dihadapkan dengan berbagai permasalahan dan semua itu harus didukung seluruh pihak untuk menyelesaikannya, yakni terbatasnya lapangan kerja yang mengakibatkan pengangguran, sehingga menjadi beban keluarga dan negara.
Selanjutnya, maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Banyaknya anak hidup menjadi gelandangan. Pergaulan bebas dan prilaku menyimpang para pemuda-pemudi terus menjadi-jadi. Tingginya pengaruh budaya barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Sebagai contoh, artis laki-laki yang memakai giwang, kemudian diikuti juga dengan masyarakat yang meniru gaya itu. Kemudian, maraknya pernikahan di bawah umur, terutama di daerah pedesaan dan kenakalan remaja kian meraja rela.
Hal ini akan sangat berbahaya jika tidak segera diupayakan pemecahannya. Karena itu, ke depan pemuda harus mampu mewujudkan Kaltim yang lebih baik. Solusinya, para pemuda diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan menangkap peluang serta mengisi peran sosial dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Diharapkan ke depan pemuda memiliki ketahanan mental, spiritual dan fisik, sehingga mampu berperan dan memiliki daya saing yang tinggi di segala bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Panitia pembinaan kepemudaan Syahril mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini 40 orangm dari tujuh daerah, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Paser dan PPU.
Sedangkan alumni kepemudaan yang mengikuti, yakni dari alumni Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), Pertukaran Pemuda Indonesia (PPI) dan Alumni Kapal Pemuda Nusantara. (jay/hmsprov).

////Foto : Sejumlah Peserta pembinaan alumni program kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim 2013 saat mengikuti pembukaan di Wisma Islamic Center Samarinda, Senin (29/4). (norjaya/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation