Penandatanganan MoU Beasiswa dan Paham Radikalisme, Pemprov Kerjasama dengan Polda Kaltim

Gubernur Awang Faroek dan Wakapolda Kaltim Naufal Yahya menandatangani MoU Pemprov dan Polda Kaltim tentang Beasiswa Kaltim Cemerlang dan Penanganan Paham Radikal. (JAYA/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim dan Polda Kaltim menjalin kerjasama terkait Beasiswa Kaltim Cemerlang. Penandatanganan MoU dilakukan di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jumat (5/1). Selain itu juga disepakati kerjasama terkait Penanganan Paham Radikalisme. 

 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak megungkapkan program ini berawal dari Kutim Cemerlang, beberapa tahun lalu. Dari kerjasama ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas mutu sumber daya manusia di Polda Kaltim, sehingga mampu melaksanakan tugas lebih baik lagi. 

 

"Cita-cita pemerintah, ke depan daerah tidak bergantung dengan sumber daya yang tak dapat diperbaharui. Ke depan Kaltim harus mampu mengolah sumber daya yang dapat diperbaharui dengan meningkatkan kualitas SDM. Dengan begitu kesejahteraan rakyat akan terwujud," kata Awang Faroek Ishak. 

 

Sementara mengenai penanganan paham radikalisme, diharapkan pemerintah maupun aparat keamanan dapat mengidentifikasi lebih dini paham-paham radikalisme, sehingga masyarakat tidak terpengaruh terhadap paham tersebut. "Melalui penandatanganan penanganan paham radikalisme, diharapkan semua pihak khususnya kepolisian dapat menyosialisasikan cara terbaik penanganan paham radikal," jelasnya.

 

Awang berharap Kaltim tidak menjadi seperti Iran atau Irak bahkan Afganistan yang selalu perang terhadap paham radikalisme. Karena itu, untuk mendukung penanganan tersebut, Pemprov Kaltim juga telah membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kaltim. "Kaltim harus selalu aman," harap Awang.  

 

Sementara itu, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol H Naufal Yahya memuji Sport Development Indeks Pendidikan seIndonesia, dimana Kaltim berada di posisi tertinggi. Hal ini diungkapkan Naufal Yahya pada usai penandatanganan MoU. 

 

Naufal menegaskan bahwa itu realita. Bukan karena sengaja disampaikan karena ada MoU, antara Polda Kaltim dengan Pemprov. "Semua tidak lepas dari buah pikir Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak," sebut Naufal.  

 

Program ini lanjut Naufal tentu sangat mendukung tingkat kualitas mutu SDM kepolisian. Sepanjang yang dia tahu hanya Kaltim dan Riau yang memberikan beasiswa. Pada tahun 2016 Polda sudah bekerjasama dengan Pemprov Kaltim dan sebanyak 52 orang telah menjalani pendidikan di Unmul untuk bidang penyidik. Tahun ini 40 orang untuk peningkatan kualitas SDM IT.  

 

Penandatanganan MoU dilakukan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Kapolda Kaltim Irjen Pol H Safaruddin yang diwakili Wakapolda Brigjen Pol Naufal Yahya.  (jay/sul/humasprov)

 

Berita Terkait