Kalimantan Timur
Penanganan Covid-19 Terus Dievaluasi

dok.humaskaltim

SAMARINDA - Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltim per Rabu, terjadi penambahan angka terkonfirmasi cukup signifikan, yaitu sebanyak 498 kasus sehingga total menjadi 46.954 kasus. Lonjakan kasus terjadi selama dua hari terakhir.

 

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim mengungkapkan ketika kemarin penerapan Kaltim Steril selama dua hari, yakni pada 6-7 Februari banyak sekali yang protes dan banyak sekali yang menyampaikan saran. 

 

"Tapi itu masih wajar. Tapi saya lihat secara umum memang mereka, masyarakat masih banyak yang setuju dan mematuhi. Saya sempat keliling di kota Samarinda dan Balikpapan, pada 2 hari itu memang sepi, tidak ada kegiatan. Selama 3 hari berturut-turut itu turun angka penularan. Kemarin tidak dilaksanakan Kaltim Steril seperti diakhir pekan lalu, berdasarkan data kembali terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi," urai Isran Noor, Rabu (10/2)

 

Menurut dia, pelaksanaan Kaltim Steril akan terus dievaluasi berdasarkan data yang masuk di Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim. Terkait terjadinya penjangkitan atau penularan, tingkat efektivitas dan sebagainya. 

 

Pemerintah itu tujuannya baik, walaupun tujuan baik itu ada yang belum memahami dengan memadai. Itu juga kita paham. "As soon as possible. Bisa jadi bisa tidak. Kita lakukan evaluasi terus. Kita evaluasi pandangan masyarakat, evaluasi pelaksanaannya, bagaimana kepatuhannya, tapi tidak bisa sekarang. Mungkin 2-3 hari lagi kita buat keputusan," jelas Isran. 

 

Disebutkan, untuk tingkat efektivitas berdasarkan data yang ada Kota Samarinda dan Balikpapan, diatas 80 persen. Karena pada hari itu, Sabtu-Minggu sepi. Ada beberapa yang buka toko/warung, karena memang tempat tinggal dan berjualan disitu, tapi tidak ada pembelinya. 

 

"Itu yang buat saya diomeli oleh masyarakat. Sampai ada hoaks gubernur akan bagi-bagi sembako dirumah. Tapi biasa hoaks itu. Ketaatan dan kepatuhan masyarakat menjadi kunci untuk bersama-sama membantu pemerintah dan aparat kesehatan dalam rangka mencegah dan menanggulangi penularan Covid-19," sebutnya. 

 

Diketahui, angka kesembuhan bertambah sebanyak 381 kasus, total menjadi 37.416 kasus, dengan recovery rate pada angka 79,7 persen dari terkonfirmasi. Pasien meninggal dunia bertambah 13 kasus menjadi 1.122 kasus, dengan mortality rate 2,4 persen dari terkonfirmasi. Sementara pasien masih dirawat sebanyak 8.416 kasus. (her/ri/humasprovkaltim).

Berita Terkait