Penangulangan TB di Kaltim Makin Membaik

SAMARINDA - Penangulangan penyakit Tuberkulosa (TB)  di Kaltim semakin membaik data dari Dinas Kesehatan Kaltim pada 2012 menunjukan angka penemuan kasus (case detection rate) sebesar 32,5 persen dari target 70 persen sedangkan  angka kesembuhan (sukses rate) 82,3 persen dari target 90 persen.      
"Penanganan penyakit TB ini cukup kompleks, tidak mungkin dilakukan oleh satu instansi saja,  namun perlu partisipasi instansi  terkait maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)," kata Wakil Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kaltim Syahrir Basran pada rapat kerja PPTI di ruang Tengkuyun Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (30/5).     
Dijelaskan, lebih dari 75 persen penderita TB menyerang usia produktif. Tanpa penangulangan yang komperenshif, terintegrasi dan serius, TB akan menjadi masalah atau mengganggu pencapaian target  Millennium Development Goals (MDGs).  
"Kami bertekad untuk terus membantu program penangulangan  penyakit TB yang dilakukan pemerintah dan ingin membuktikan bahwa  PPTI  mampu mencari  penderita TB," ujarnya.
Dia berharap melalui rapat koordinasi ini bisa diperoleh kesepakatan bersama untuk lebih meningkatkan kinerja membantu tugas-tugas pemerintah dalam upaya penangulangan TB.
"Sedangkan program pengobatan bagi penderita TB dijamin sampai sembuh tanpa dipungut biaya bahkan diberikan bantuan transport maupun gizi sampai sembuh," jelasnya.
Ke depan diharapkan , PPTI Kaltim, mampu melembaga dan peran fungsi PPTI sebagai organisasi sosial mampu  bergerak di bidang penangulangan penyakit TB yang bersinergi dengan  pemerintah.  Di samping itu, untuk membantu mempermudah akses pelayanan bagi penderita TB, maka  dirikan klinik PPTI sesuai program kerja PPTI. (sar/hmsprov).
 

Berita Terkait