Pendataan Keluarga Mei-September

SAMARINDA – Selama Mei hingga September tahun ini Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim akan melaksanakan program pendataan keluarga, terutama untuk memperoleh data dan infromasi perkembangan program KB.
“Keberhasilan program KB tidak terlepas dari tersedianya data dan informasi perkembangan program secara terus menerus, akurat, cepat dan tepat khususnya data basis keluarga dan individu kesertaan KB di masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Jufri Yasin usai membuka Pelatihan Analisis Sederhana Pendataan Keluarga bagi PKB/PLKB di Kaltim, Senin (25/2).
Menurut dia, pendataan keluarga yang dilakukan rutin setiap tahun untuk mengetahui secara rinci mengenai demografi, keluarga prasejahtera dan lainnya untuk mendukung  efektifitas pelaksanaan program KB di daerah-daerah.
Selain itu, data tersebut akan menjadi landasan pengambilan keputusan/kebijakan para pemangku jabatan di instansi tehnis KB. Perencanaan dan pengambilan keputusan/kebijakan yang tepat berawal dari data yang akurat, begitu pula sebaliknya keputusan/kebijakan yang salah bersumber dari data yang tidak akurat.
Data merupakan modal mutlak keberhasilan strategi pelaksanaan program KKB dan paling berkompeten untuk memperoleh data keluarga tersebut adalah para Petugas KB (PKB) maupun Penyuluh Lapang KB (PLKB).
Karenanya, guna memperoleh data yang tepat, cepat, akurat dan benar maka para PKB/PLKB harus mengerti pola pengumpulan data di lini lapangan, terutama mengikuti pelatihan identifikasi dan pengolahan data.
“PKB/PLKB merupakan ujung tombak bagi BKKBN dalam mengumpulkan informasi di lapangan. Selanjutnya menjadi data-data yang akan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan/keputusan bagi pengembangan dan keberhasilan pelaksanaan program KKB di masyarakat,” harap Jufri Yasin.
Sementara itu Kepala Latbang Perwakilan BKKBN Kaltim Husnul Hatimah mengungkapkan pelatihan dilakukan guna menambah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan PKB/PLKB dalam pencatatan dan pelaporan serta analisis dan evaluasi data keluarga.
“Pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menumbuhkan sikap positif PKB dalam melaksanakan analisis hasil pendataan keluarga. Pelatihan diikuti 30 peserta dari SKPD KB kabupaten/kota,” jelas Husnul Hatimah. (yans/hmsprov)
 

Berita Terkait