Pendidikan Kaltim Harus Siap Songsong Pasar Bebas Asean 2015

SAMARINDA - Pendidikan di Kaltim diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan agar dapat bersaing dengan pendidikan lain di Indonesia. Apalagi pada 2015 akan diberlakukan kebijakan Pasar Bebas Asean (One Communnity Asean).
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim, Dr. H. Awang Faroek Ishak saat membuka Lomba Keterampilan Siswa Sekolah Kejuruan  Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK) di lapangan Parkir Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja Samarinda, Rabu (15/5).
Dijelaskan, saat ini Malaysia, Singapura dan Filipina lebih siap menyongsong Pasar Bebas Asean 2015 dibanding dengan masyarakat Asean lain. Bahkan, ujarnya, warga Filipina saat ini sedang giat belajar Bahasa Indonesia untuk menambah pengetahuan agar mereka dapat bekerja di Indonesia.
"Kita bertekad pendidikan di Kaltim harus mampu mengisi pembangunan. Siswa-siswi sekolah di Kaltim tidak boleh kalah bersaing dengan pelajar dari provinsi lainnya di Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui Lomba Keterampilan Siswa Sekolah Kejuruan  ini," ujarnya.
Visi Kaltim Bangkit 2013, ujarnya memberikan perhatian pada bidang pendidikan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu caranya adalah dengan memberikan Bea Siswa Kaltim Cemerlang sejak 2009 hingga 2013 yang disalurkan rata-rata untuk 30.000 orang setiap tahun. Sehingga, sejak tahun 2009, Kaltim telah memberikan bea siswa untuk semua tingkat pendidikan mencapai 150 ribu orang.
Selain pemberian beasiswa, mutu pendidikan juga ditingkatkan melalui peningkatan mutu pengajar dan dosen. Bahkan untuk guru-guru sekolah dasar hingga tingkat atas haruslah berpendidikan sarjana. Sementara, beasiswa Kaltim Cemerlang juga diberikan untuk mahasiswa S1, S2 dan S3.
Guna memacu pengetahuan, keterampilan dan pendidikan sekolah-sekolah teknik kejuruan, Kaltim telah mendapat persetujuan dari presiden untuk mendirikan Insitut Tekhnologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan agar lapangan pekerjaan di Kaltim tidak diisi oleh anak-anak dari pulau lain di Indonesia.
Gubernur juga mengharapkan bantuan dari perusahaan  besar di Kaltim, baik perusahaan pertambangan,  minyak dan gas, perkebunan dan lain-lain untuk melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah sebagai bagian dari Coorporate Social Responsibility (CSR).
Selain itu, perusahaan besar di Kaltim juga diminta membantu Balai Latihan Kerja (BLK) baik dalam penyiapan tenaga kerja setempat maupun bantuan pada peralatan praktek.
"Pada perusahaan tambang ataupun perkebunan, banyak alat berat yang tidak terpakai. Jika diberikan kepada sekolah akan sangat membantu siswa dalam belajar dan praktek," harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Keterampilan Siswa Sekolah Kejuruan  Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK), Basmen Nainggolan menjelaskan lomba ini berlangsung pada 15 hingga 18 Mei dengan 30 cabang lomba yang diikuti 210 siswa-siswi dari seluruh Kaltim. Diantara 30 bidang yang dilombakan adalah otomotif, las listrik, bangunan, akuntansi, perhotelan, perikanan dan otomotif.
Lomba ini berlangsung di beberapa tempat diantaranya di Lapangan Parkir Stadion Sempaja, Fakultas Farmasi Unmul  dan di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Bagi pemenang 1, 2 dan 3,  selain mendapat medali, uang pembianan dan peralatan kerja, juga akan diikutkan pada lomba serupa di tingkat nasional pada tanggal 22-28 September di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
"Untuk lomba otomotif, panitia bekerjasama dengan PT Astra Daihatsu Indonesia untuk bahan praktek danlomba yaitu beberapa buah rangkaian mesin dan mobil produk Daihatsu. Selain itu, guru pembimbing dan siswa pemenang akan mendapat pelatihan dari Daihatsu," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek menerima secara simbolis mesin mobil Daihatsu Xenia yang diberikan oleh Kepala Mekanik PT Astra Daihatsu Indonesia, Ari Junaidi. Mesin ini nantinya akan diberikan kepada beberapa sekolah kejuruan sebagai bahan praktek. (yul/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim, Dr. H. Awang Faroek Ishak (kanan) saat meninjau salah satu mesin mobil yang akan menjadi media latihan siswa SMK di daerah ini. (heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait