Pendidikan Kejuruan Menuju Link and Match

Dayang Budiati

 

SAMARINDA - Dalam rangka mempercepat pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi maka pemerintah telah melakukan nota kesepahaman antara lima menteri terkait. Lima menteri itu terdiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Perindustrian serta Menteri BUMN. “Pendidikan kejuruan dan vokasi sangat didukung pemerintah dan dibuktikan MoU lintas kementerian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Hj Dayang Budiati, Jumat (23/2).

 

Menurut dia, kesepahaman ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan kejuruan dan vokasi berbasis kompetensi yang link and match dengan industri serta berbasis kompetensi. Termasuk, restrukturisasi program keahlian (kurikulum) sesuai kebutuhan industri dan pembangunan infrastruktur (fasilitasi industri) praktik kerja (pemagangan) siswa dan guru/dosen.

 

Namun demikian, ujar Dayang masih terjadi masalah dalam pengembangan pendidikan kejuruan di daerah. Diantaranya, ketersediaan dan distribusi tenaga pendidik yang kompetensinya sesuai dengan jurusan masih terbatas di setiap sekolah kejuruan. Selain itu, fasilitas berupa sarana dan prasarana pendukung baik ruang laboratorium maupun alat praktik kurang memadai. Kondisi ini berdampak kepada  kualitas lulusan yang masih belum dapat bersaing mengisi pasar kerja yang telah tersedia. “Permasalahan lainnya keterlibatan dunia usaha yang belum maksimal memberikan kesempatan pemagangan bagi siswa sekolah kejuruan,” ungkap Dayang. Dia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan komitmen dalam mendukung pengembangan sekolah kejuruan (vokasi) termasuk pihak swasta atau perusahaan. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait