Pendidikan SD Utamakan Pembentukan Sikap

SAMARINDA - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim H Musyahrim mengimbau agar seluruh guru Sekolah Dasar (SD) di Kaltim dapat memberikan pengajaran kepada siswa dengan mengutamakan pembentukan sikap dan prilaku siswa. Pembentukan sikap tersebut bisa dilakukan dengan penerapan disiplin dan peningkatan akhlak siswa, agar lebih baik dalam prilaku sehari-hari.  


“Pembentukan sikap tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari perbaikan kurikulum pendidikan di sekolah. Kurikulum yang baik harus mampu menyeimbangkan aspek akademik dan karakter sehingga mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan,” kata Musyahrim didampingi Kepala Bidang Pendidikan SMP dan SMA Dr Asli Nuryadin, di Samarinda, Selasa (19/2).


Menurut dia, kurikulum harus bisa membantu siswa mencerna mata pelajaran untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, toleransi, harmoni dalam kehidupan yang damai.  


Karena itu, kepadatan materi harus dikurangi dan guru harus didorong untuk bisa membawakan pelajaran dengan menyenangkan dan lebih hidup. Diharapkan, metode penyampaian materi sudah lebih mengedepankan aspek jangka panjang,  mulai TK sampai pendidikan menengah.


“Jangan cuma hafal rumus, tapi harus ada praktek dan latihan kedisiplinan. Proses belajar harus bisa menjadi instrumen untuk membentuk watak mereka. Misalnya, pembelajaran matematika, yakni bagaimana menimbang dengan hitungan yang baik, sehingga anak-anak bisa bersikap jujur,” jelasnya.


Meski banyak dikatakan bahwa lingkungan di luar sekolah juga mempengaruhi watak siswa, Disdik Kaltim tetap mengusulkan pendidikan karakter harus diselenggarakan di sekolah. Sekolah adalah sentral pembentukan watak anak. Proses pendidikan di sekolah lebih besar porsinya dalam membina tidak hanya akal tapi hati dan akhlaq.


“Mudah-mudahan dengan mengarahkan siswa untuk membentuk prilaku yang baik, mampu mewujudkan mutu pendidikan Kaltim yang lebih berkualitas ke depannya,” jelas Musyahrim.


Dijelaskan, pembentukan sikap tersebut diharapkan dapat dilakukan pada siswa di bangku kelas 1-3 SD. Karena, pada jenjang tersebut siswa sudah mulai memahami sikap yang baik atau tidak. (jay/hmsprov)

////Foto : Musyahrim
 

Berita Terkait