Penduduk Miskin Kaltim Turun 8.200 Jiwa

SAMARINDA - Jumlah penduduk miskin yang hidup di bawah garis kemiskinan (GK) di Kaltim dalam enam bulan terakhir mengalami penurunan atau berkurang 8.200 jiwa. Jumlah penduduk miskin per Maret 2013 mencapai 237.960 orang atau turun sebesar 6,06 persen  dari angka September 2012 , yakni 246.110 jiwa.
"Pada periode yang sama, penurunan itu juga terjadi terhadap jumlah penduduk miskin di perkotaan yang mencapai  1.100 orang dan untu kawasan perdesaan penurunannya mecapai 7.100 jiwa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, H Johny Anwar, Senin.
Sementara itu, periode September 2012 hingga Maret 2013, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga ikut menurun. Ini menandakan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin besar dan mendekat ke garis kemiskinan yang menjadi batas indikator.
Begitu pula  dengan kesenjangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit terhadap garis kemiskinan. Indikator yang menentukan seseorang miskin atau tidak adalah adanya garis kemiskinan. Jika seseorang berada di bawah garis maka dianggap miskin dan jika berada di atasnya akan dianggap sebagai masyarakat yang terbebas dari kemiskinan.
Besar-kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata mengkonsumsi maksimal 2.100 kilo kalori dan tidak dapat memenuhi makanan sehat.
"Persoalan kemiskinan  bukan hanya sekedar berapa jumlah dan prosentase penduduk miskin tetapi berkaitan dengan dimensi lain yaitu kedalaman dan keparahan kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan pengentasan kemiskinan juga  harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan," ujarnya.(yul/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation