Penerimaan Mahasiswa Perkeretaapian Rusia Berakhir Tahun Ini

Penerimaan Mahasiswa Perkeretaapian Rusia Berakhir Tahun Ini

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim memutuskan tahun ini adalah tahun terakhir  penerimaan mahasiswa yang akan belajar perkeretaapian ke Rusia. Tahun depan, pemerintah tidak akan melanjutkan program ini. Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan sisi kebutuhan dan kondisi keuangan daerah. 

“Gubernur sudah mengetahui ini. Keputusan ini juga telah disampaikan kepada manajemen PT Kereta Api Borneo yang merupakan perwakilan PT Russian Railways di Kaltim. Jadi, untuk penerimaan mahasiswa tahun ini terakhir, sedangkan untuk kerjasama yang lain, misalnya kursus-kursus atau pelatihan bagi pelajar maupun mahasiswa Kaltim tetap dilakukan,” kata Ketua Tim Beasiswa Kaltim Cemerlang Basmen Nainggolan, Senin (6/7).

Hingga saat ini, Pemprov Kaltim telah menyiapkan Beasiswa Kaltim Cemerlang kepada 50 mahasiswa untuk belajar perekeretaapian di Rusia. Sebelumnya, kebijakan untuk menyekolahkan generasi muda Kaltim ini dilakukan untuk mendukung rencana pembangunan transportasi kereta api di Kaltim yang salah satunya digagas Rusian Railways.

“Rusia ingin berinvestasi membangun rel kereta api di Kaltim, sehingga diperlukan tenaga-tenaga lokal yang mampu mengoperasikan. Karena itulah disepakati untuk mengirim putra-putri asal Kaltim ke Rusia.

Para mahasiswa yang sudah berada di Rusia mendapat bantuan Pemprov Kaltim berupa biaya hidup dengan standar kehidupan di Rusia. Sedangkan biaya perkuliahan maupun yang lainnya ditanggung PT Kereta Api Borneo dan Pemerintah Rusia.

Penerimaan tahun ini sudah terpilih 50 orang yang lolos seleksi. Seleksi dan pengumuman calon mahasiswa baru yang lulus telah dilaksanakan April 2015 di Kampus Universitas Mulawarman (Unmul). Sebelumnya seleksi diikuti 180 peserta.  

Direncanakan para calon mahasiswa yang lolos seleksi akan dikarantina sejak Juli 2015 di Samarinda dan berangkat ke Rusia September 2015.  Selama dikarantina, para calon mahasiswa itu akan mengikuti sejumlah pembekalan, antara lain mengenai pembelajaran Bahasa Rusia, pemahaman tentang seni dan budaya Kaltim hingga kepribadian.

“Seni dan budaya perlu diajarkan kepada mereka, karena untuk mendukung kelestarian seni dan budaya kita di Rusia nanti. Apalagi, dosen yang akan mengajar dari Rusia juga masih ada di Samarinda,” jelasnya.

Dijelaskan Basmen, pada tahun pertama, para calon mahasiswa itu tidak akan langsung menjalani perkuliahan, tetapi terlebih dulu menjalani pembelajaran tentang penyesuaian atau martikulasi, khususnya mengenai pemahaman Bahasa Rusia dan suasana perkualiahannya.

Efektif masa perkualiahan selama 5 tahun ditambah martikulasi 1 tahun, sehingga seluruhnya selama 6 tahun. Saat lulus nanti, para mahasiswa tersebut sudah setara dengan status Magister atau S2.

“Memang, jumlah mahasiswa yang dikirim ke Rusia mulai tahun ini berakhir. Namun demikian, untuk memenuhi kebutuhan teknis di lapangan tentu sangat banyak, contohnya teknisi alat berat maupun mesin. Sehingga, tidak semua S2,” jelasnya.

Tiga universitas yang membidangi pembangunan perkeretaapian di Rusia siap menerima 50 mahasiswa asal Kaltim yang melakukan studi selama enam tahun, yakni Moscow State University, St. Petersburg Rallroad University dan Rostov State Transport University.

Pengiriman mahasiswa asal Kaltim ke Rusia, seiring dengan rencana negara tersebut untuk berinvestasi sekitar Rp24 triliun membangun jaringan rel kereta api di Indonesia termasuk Kaltim.

Sedangkan para mahasiswa yang lulus nantinya diharapkan dapat langsung bekerja di PT Kereta Api Borneo. PT Russian Railways merupakan perusahaan asal Rusia yang akan membangun jaringan rel kereta api sepanjang 203 kilometer di Kaltim, mulai Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara hingga Kota Balikpapan.

Sedangkan calon mahasiswa lain yang berminat belajar perkeretapian pada tahun-tahun berikutnya disarankan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Jakarta dengan standar kelulusan strata Diploma 3 (D3). (jay/sul/es/hmsprov)    

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama sejumlah mahasiswa yang akan menempuh pendidikan sekolah perkeretaapian di Rusia.(dok/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation