Pengelolaan SDA Jangan Sengsarakan Rakyat

SAMARINDA - Membangun ekonomi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) secara maksimal harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi saat menghadiri peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kutai Barat di Alun-Alun ITHO Barong Tongkok, Senin (5/11/2018).

Menurut dia, banyak usaha atau kegiatan ekonomi tetapi berakibat buruk bagi masyarakat bahkan menyengsarakan warga sekitarnya. “Pengelolaan SDA jangan sengsarakan rakyat. Sebaliknya mampu membangun ekonomi kerakyatan dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Wagub mengakui selama ini Kutai Barat juga kabupaten dan kota lainnya di Kalttim dikenal dengan potensi pertambangan khususnya batu bara. 

Meskipun sejumlah perusahaan beroperasi dan banyak penduduk masih menggantungkan hidup mereka dari kegiatan pertambangan. Namun, kedepannya tidak bisa terus-menerus bergantung pada pertambangan, karena potensinya suatu saat akan habis dan saat ini sudah depositnya sudah mulai menipis.

Hadi mengingatkan sebelum terlambat, penting untuk perusahaan melakukan reklamasi tambang. “Perusahaan harus bertanggung jawab. Jangan biarkan atau meninggalkan lahan eks garapannya tanpa reklamasi lingkungan. Sebab dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana,” tegas Hadi.  

Diungkapkan Wagub Hadi Mulyadi, kejadian bencana banjir di beberapa kecamatan dan kampung di Kutai Barat terjadi belum lama ini termasuk daerah lainnya di Kaltim. “Kondisi itu membuktikan jika Kutai Barat juga daerah lain telah terjadi kerusakan lingkungan serius yang perlu segera diatasi,” pesan Hadi. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation