Pengelolaan SDA Secara Cerdas

* Untuk Keberlanjutan Penyediaan Energi Nasional

 

SAMARINDA–Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, yang menjadikannya sebagai salah satu provinsi pusat unggulan batu bara dan migas di Indonesia. Sebagai daerah yang kaya dengan sumber energi, Kaltim dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan, memerlukan kebijakan yang cerdas agar dapat membawa manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Dr H Rusmadi, mengatakan pengelolaan dan pemanfataan batu bara dan migas di Kaltim baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang harus didasarkan pada beberapa prinsip.

Diantaranya pengelolaan batu bara dan migas yang cerdas agar mampu memelihara keamanan dan keberlanjutan penyediaan energi nasional, dengan mengolah potensi energi yang ada untuk memperoleh nilai tambah, penghematan energi, pengembangan energi baru terbarukan serta mencari energi alternatif lainnya.

Selain itu, lanjut dia, sebagai bahan strategis, energi harus dapat meningkatkan GDP (Gross Domestic Product), perkembangan ekonomi negara, daerah dan rakyatnya. Dimana upaya ini tidak hanya bergantung pada kesadaran komprehensif pemerintah dan masyarakat, tetapi juga perlu dukungan perencanaan strategis (renstra) yang disusun dan disepakati oleh para penyelengara pemerintahan negara.

"Renstra energi migas dan batu bara menginventarisasi semua potensi energi baru dan terbarukan (surya, angin, panas bumi, biomassa, nuklir) yang digambarkan secara terbuka, pemanfaatannya adil dan wajar dalam arti telah mengemukakan aspek peluang, kekuatan, kelemahan dan ancaman ditinjau dari aspek menyeluruh tanpa mengabaikan aspek ekonominya," jelas Rusmadi, akhir pekan lalu.

Ditambahkan Rusmadi, untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kaltim dan Indonesia, juga diperlukan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri sebelum melakukan ekspor energi final nasional. Selain itu, sambung dia, guna menjamin kepastian cadangan migas dan batu bara di Kaltim, juga diperlukan kesadaran energi (energy awareness) dari seluruh masyarakat, pengembangan energi alternatif baik energi baru dan terbarukan yang difasilitasi Pemerintah Daerah.

Kaltim dalam perkembangannya melakukan pembangunan dengan fokus mentransformasi keunggulan sektor pertambangan ke sektor ekonomi terbarukan, seperti pertanian dalam arti luas, industri, jasa dan infrastruktur secara simultan. Meningkatkan nilai tambah dan perluasan rantai nilai produksi serta distribusi dari pengelolaan aset dan akses (potensi) SDA.

Selanjutnya, mendorong terwujudnya peningkatan produktivitas menuju keunggulan kompetitif dalam rangka penguatan daya saing dan daya tahan perekonomian Kaltim. Meningkatkan kemampuan ekoonomi yang berbasiskan industri diikuti dengan pengembangan teknologi dan inovasi dengan memperhatikan kearifan lokal sebagai modal dasar pembangunan.

"Kita juga terus berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga warisa ekonomi berbasis SDA yang bertumpu pada labor intensive perlu ditingkatkan secara bertahap menuju skilled labor intensive dan kemudian menjadi human capital intensive. Peningkatan kemampuan SDM yang menguasai IPTEK sangat diperlukan untuk memasuki tahap innovation-driven economies melalui transformasi sosial, budaya dan ekonomi," tambahnya.(her/hmsprov).

Berita Terkait