Pengelolaan Wisata Kabupaten dan Kota Semakin Baik

Pengelolaan Wisata Kabupaten dan Kota Semakin Baik

 

SAMARINDA -  Tim penilai atau dewan juri untuk panji keberhasilan pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata Kaltim mengakui pengembangan, pengelolaan dan pembangunan wisata kabupaten dan kota kian meningkat dan semakin baik.

Tim penilai independen berjumlah tujuh orang yang berasal dari kalangan akademisi dan pelaku usaha (PHRI) sejak Oktober telah menyebar di sepuluh kabupetn dan kota untuk melihat dan menilai langsung objek-objek wisata di seluruh daerah di Kaltim.

Salah seorang anggota tim penilai dari Universitas Mulawarman, Hj Syarifah Hudayah menyebutkan tahun ini tim hanya menilai sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim tanpa daerah di wilayah Kalimantan Utara.

“Kami sejak Oktober lalu sudah turun dan melihat langsung potensi wisata di masing-masing daerah. Kita hanya menilai sepuluh kabupaten dan kota diKaltim tanpa Kaltara,” kata Hj Syarifah Hudayah mewakili Ketua Tim Penilai H Abdul Rachim disela rapat presentasi tim penilai di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim, Senin (24/11).

Potensi dan kondisi objek wisata di kabupaten dan kota menurut dia, mengalami perubahan dan semakin baik. Kondisi ini menunjukkan sinergitas pemerintah daerah bersama pihak swasta dan masyarakat telah terbangun baik dalam pengelolaan kepariwisataan daerah.

Diakui, rata-rata pengelolaan kepariwisataan di setiap daerah mengalami kemajuan pesat dan objek wisata dilengkapi dengan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana maupun infrastruktur memadai guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Secara keseluruhan masing-masing daerah memiliki keunikan dan pola pengelolaan objek wisata yang semakin baik. Pada dasarnya, penilaian ini bukan untuk mencari juara tetapi memotivasi daerah agar semakin baik dalam tata kelola kepariwisataan,” jelasnya.

Selain itu, tim penilai independen ini tidak melibatkan Pemprov Kaltim khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim. “Sehingga, penilaian yang kami lakukan sangat objektif atau tidak memihak salah satu daerah karena memang potensinya merata,” ungkap Syarifah.

Dia berharap agar masing-masing daerah melalui kebijakan kepala daerah baik bupati maupun walikota lebih meningkatkan sinergitas dengan pihak swasta dan masyarakat serta stakeholders (pemangku kepentingan) sektor kepariwisataan di daerah.

“Sinergitas lintas sektor dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat ini  sangat penting dengan kepedulian dan kebijakan pemerintah daerah  guna meningkatkan tata kelola dan pengembangan kepariwisataan di kabupaten dan kota agar lebih baik,” harap Syarifah Hudayah.

Tujuh orang tim penilai atau dewan juri Panji Keberhasilan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim Tahun 2014 terdiri H Abdul Rachim (Rektor UWGM Samarinda/ketua) serta para anggota Dr Hj Syarifah Hudayah, FL Soediran, HM Zulkifli, H Abdul Rachim AF, M Fauzan Noor, Dr Suharno dan Sudarsono.(yans/es/hmsprov).

 

///Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menyerahkan panji-panji keberhasilan kepada sejumlah kabupaten/kota pada setiap peringatan HUT Kaltim. Salah satunya adalah panji keberhasilan bidang kepariwisataan. (dok/humasprov)

 

Berita Terkait