Pengembangan Infrastruktur Perbatasan Prioritas Pembangunan Daerah

SAMARINDA–Pemerintah Provinsi Kaltim menjadikan program pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pembangunan daerah. Terutama untuk membuka keterisolasian daerah serta membuka kawasan pedalaman dan perbatasan.
“Berbagai kegiatan pembangunan dikembangkan di kawasan perbatasan, daerah pedalaman dan terpencil guna membuka keterisolasian daerah, khususnya pembangunan infrastruktur baik jalan maupun jembatan serta pelabuhan termasuk bandara,” kata Plh Gubernur Kaltim H Rusmadi.
Diantaranya, pembangunan sarana dan prasarana serta jalan di kawasan perbatasan untuk ruas jalan Tanjung Selor-Sekatak Buji-Malinau-Mensalong-Simanggaris-Sei Ular sepanjang 437,83 kilometer dilakukan pola peningkatan struktur.
Ditargetkan capaian hingga akhir tahun 2013 dengan permukaan jalan beraspal mencapai 342,55 kilometer, aggregate (lapisan batu) sepanjang 95,28 kilometer. Sedangkan Simanggaris-batas negara sepanjang 20,69 kilometer sudah beraspal mencapai 18,44 kilometer dan aggregate sekitar 2,25 kilometer.
Pembangunan jalan lingkar Pulau Sebatik sepanjang 97 kilometer dilaksanakan peningkatan struktur jalan aspal sepanjang 18,33 kilometer, pemeliharaan berkala jalan sepanjang 3,0 kilometer.
Capaian akhir 2012 yakni permukaan aspal sepanjang 59,90 kilometer, aggregate sepanjang 32,1 kilometer dan tanah sepanjang 5 kilometer. Capaian hingga akhir tahun 2013 estimasi secara kumulatif permukaan aspal sepanjang 88 kilometer, aggregate sepanjang 7 kilometer dan permukaan tanah sepanjang 2 kilometer.
Pembangunan jalan Malinau-Mentarang-Paking-Long Semamu - Long Bawan - Long Midang - Batas Negara sepanjang 180 kilometer dilakukan peningkatan struktur. Estimasi capaian hingga akhir tahun 2013 telah terbangun 135,60 kilometer dengan kondisi aspal sepanjang 15,10, aggregate 121,5 kilometer dan belum terbangun 37,5 kilometer.
Pembangunan jalan Malinau-Long Alango sepanjang 147,20 kilometer dilakukan pembukaan badan jalan dan capaian akhir tahun 2012 telah terbangun 108,14 kilometer dengan kondisi aggregate 22 kilometer, tanah 71,42 kilometer dan belum terbangun 39,06 kilometer.
Pembangunan jalan Batas Negara-Sei Pengian-Long Nawang-Long Apung-Sungai Barang-Mahak Baru sepanjang 131,65 kilometer dilakukan peningkatan struktur dari tanah menjadi aggregate C (Sirtu).
Capaian hingga akhir tahun 2012 yakni aggregate 93,48 kilometer dan tanah sepanjang 38,17 kilometer. Estimasi hingga akhir 2013 yakni aggregate C/S 24,40 kilometer. Sedangkan dari Mahak Baru-Long Bagun Seberang masih menggunakan jalan PT Sumalindo sepanjang 147 kilometer dengan kondisi aggregate.
Selain itu, pembangunan jalan Tering-Long Bagun –Long Pahangai-Long Apari_Batas Kalimantan Barat sepanjang 398 kilometer dengan pembukaan badan jalan. Capaian akhir tahun 2012 telah terbangun sepanjang 96,5 kilometer (Long Bagun-Long Pahangai).
“Estimasi capaian sampai dengan akhir tahun 2013 dengan jalan tanah sepanjang 20 kilometer dan belum terbangun sepanjang 281,5 kilometer. Diharapkan terhubungnya jalur antar desa dan kecamatan bahkan kabupaten tentu akan mampu membuka keterisolasian wilayan serta memudahkan jalur transportasi barang dan orang,” ungkap Rusmadi.
Ditambahkan, pembangunan ruas jalan Long Midang-Batas Negara dilaksanakan Pemkab Nunukan. Sampai dengan tahun 2013 untuk jalan paralel perbatasan Long Nawang-Long Pujungan-Long Kemaut-Langap telah terbangun sepanjang 34,40 kilometer kondisi tanah.  Mensalong-Tau Lumbis terlah terbuka sepanjang 7 kilometer kondisi tanah dibangun dengan menggunakan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) APBN tahun 2012. (yans/hmsprov)


 

Berita Terkait
Government Public Relation