Pengembangan Padi Dilahan Sub Optimal


SAMARINDA – Kalimantan Timur memiliki lahan potensial yang sangat besar untuk pengembangan tanaman padi selain lahan sawah. Diantaranya, penanaman padi di lahan kering atau padi Gogo (inhibrida padi Gogo/Infago).

Dikemukakan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim Muhammad Hidayanto, Kaltim memiliki potensi sangat besar untuk kegiatan pertanian di lahan kering (sub optimal).

“Lahan sub optimal kita besar dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan padi lahan kering (infago),” katanya, Kamis (2/6).

Diakuinya, saat ini banyak lahan sawah yang dikonversi untuk kegiatan lain. Sementara masih banyak lahan sub optimal yang belum dimanfaatkan bahkan tidak tersentuh (terlantar).

Khususnya daerah dataran tinggi (perbukitan) yang tidak dikelola untuk kegiatan pertanian tanaman pangan (padi) karena kesulitan pengairan.

Padahal, daerah perbukitan (sub optimal) merupakan lahan yang sangat potensial untuk pengembangan tanaman padi Gogo yang tidak memerlukan asupan air dalam jumlah besar (hanya tadah hujan).

Sementara ketersediaan bibit saat ini diungkapkan Hidayanto, pihaknya melalui Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian sudah melakukan berbagai pengembangan.

Diantaranya, varietas (benih) padi Situ Bagendit, Amfibi dan Infago yang sudah diujicobakan di beberapa daerah ternyata hasilnya sangat bagus.

Dia mengungkapkan, pengembangan padi lahan kering sangat strategis selain banyak tersedia lahan sub optimal juga  mengurangi pembukaan lahan sawah baru dengan biaya besar.

“Apa yang dicanangkan Gubernur Awang Faroek dalam gerakan bersama pengembangan padi Gogo patut kita dukung penuh. Karena lahannya sudah tersedia dan sangat potensial juga didukung ketersediaan bibit padi unggulnya,” ungkap Hidayanto. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait