Pengusaha Mebel Bersiap Menuju Pasar Bebas 2015

Pengusaha Mebel Bersiap Menuju Pasar Bebas 2015

 

SAMARINDA - Era pasar bebas ASEAN yang akan dimulai pada 2015 melalui ASEAN Economic Community (AEC), menjadi tantangan para pelaku usaha, tidak terkecuali para pengusaha permebelan di Kaltim. Mereka harus melahirkan produk-produk berkualitas dan inovatif agar mampu berdaya saing dan tidak tersisih dalam era persaingan bebas tersebut.

"Saat berlaku ASEAN Economic Community 2015, batasan itu akan hilang. Produk mana saja bisa masuk. Karena itu, setiap produk harus memiliki daya saing. Mereka yang memiliki daya saing tinggi saja masih mungkin tergilas, apalagi daya saing produk kita rendah. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Kepala Bagian Sarana dan Prasarana Ekonomi Biro Ekonomi Setprov Kaltim saat mewakili Pemprov Kaltim Asmir Abu saat menerima kunjungan Komda Asmindo Kaltim dan para pengusaha permebelan Kaltim di Kantor Gubernur, Selasa (4/11).

Secara jujur Asmir mengakui produk kerajinan Kaltim saat ini masih kalah bersaing dengan produk serupa dari daerah lain, khususnya produk dari Jawa. Begitu pun dengan produk serupa dari negara lain. Karena itu, bersama-sama Asmdindo, Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop dan UMKM Kaltim akan terus melakukan pembinaan dan mencari tahu persoalan-persoalan yang dihadapi para perajin mebel Kaltim.

Lebih jauh ditegaskan Asmir Abu, perkembangan sangat pesat. Jika para perajin tidak mampu mengikuti perkembangan pasar, produk mereka pasti akan sulit bersaing.  

Asmir juga menyebutkan, Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop dan UMKM Kaltim akan membantu mengupayakan keterlibatan para pelaku usaha mebel Kaltim untuk memamerkan produk-produk asal Kaltim pada ajang International Furniture Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2015 yang akan digelar pada 14-17 Maret 2015 di Eco Green Park Senayan, Jakarta.

"Coba kita upayakan agar bisa masuk dalam anggaran 2015. Saya sarankan agar produk yang dipamerkan nanti adalah produk terbaik, sehingga apa yang kita pamerkan produk yang benar-benar mampu bersaing," kata Asmir.

Sementara itu, Komda Asmindo Kaltim Majedi Efendi menambahkan tiga hal penting yang perlu diperhatikan para perajin Kaltim yakni inovasi, kreatifitas dan semangat. Sebab jujur diakuinya, para perajin Kaltim sangat sedikit yang berijasah SMA. Umumnya adalah SMP dan SD.

"Jika para perajin kita bisa melakukan tiga hal itu, saya sangat yakin daya saing kita sudah sangat menjanjikan," yakin Majedi.

Komitmen anggota Asmindo untuk terus meningkatkan daya saing produk sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia sebagai salah satu kekuatan mebel dunia pada tahun 2019, dimana seluruh bahan baku berasal dari sumber-sumber lestari yang legal. (sul/es/hmsprov)

Berita Terkait