Penurunan AKI Untuk Mencapai Target MDGs

SAMARINDA - Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan, khususnya perempuan. Penurunannya juga merupakan salah satu target tujuan Pembangunan Milenium MDGs (Millenium Development Goals).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim H Elto mengatakan tujuan ke-5 MDGs untuk meningkatkan kesehatan ibu dengan mengurangi sampai tiga perempat resiko jumlah kematian ibu. Indikator derajat kesehatan masyarakat lainnya, Angka Kematian Bayi (AKB). 

"AKB menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Karena bayi adalah kelompok usia yang paling rentan mendapat dampak dari perubahan lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat," kata H Elto mewakili Gubernur Kaltim pada cara Wisuda dan Angkat Sumpah Ahli Madya Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda angkatan ke-XI tahun 2019 di Hotel Swiss Bell Berneo Samarinda, Kamis (22/8/2019). 

Untuk Kaltim, kata Elto diperkirakan angka AKI dan AKB dalam beberapa tahun belakangan ini masih berkisar rata-rata 50 sampai 70 per 100.000 kelahiran dan AKB 5 sampai10 per 1000 kelahiran. Pada kabupaten dan kota tertentu, disebabkan permasalahannya yang cukup berat, maka AKI dan AKB bisa melebihi angka rata-rata.

"Saya mengharapkan tenaga-tenaga kebidanan yang dihasilkan Akbid Bunga Husada Samarinda maupun lembaga lainnya turut berpartisipasi menjalankan tugas-tugasnya dalam menurunkan AKI maupun AKB. Terutama bagi penduduk yang tinggal di daerah pedesaan, terpencil, pedalaman dan perbatasan yang tidak terjangkau layanan kesehatan," paparnya.

Ditambahkan, persalinan yang tertolong dengan baik sehingga para ibu mampu melahirkan generasi yang sehat. Masyarakat Kaltim dan bangsa Indonesia pada umumnya menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera.

"Pemprov Kaltim menyadari, masyarakat sangat memerlukan adanya fasilitas dan layanan kesehatan yang memadai seperti rumah sakit, Puskesmas, Puskesmas Keliling, Puskesmas Terapung maupun fasilitas lainnya dalam mewujudkan pemerataan dan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat," kata Elto.(mar/her/yans/humasprov kaltim)?

Berita Terkait