Penutupan Diklat Pim IV Angkatan III, Pimpinan Harus Jadi Teladan dan Cerdas

Dwi Nugroho Hidayanto melepas kartu tanda peserta Diklat Pim IV. (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

Penutupan Diklat Pim IV Angkatan III, Pimpinan Harus Jadi Teladan dan Cerdas

 

SAMARINDA – Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh orang yang memiliki jiwa dan pengetahuan serta kemampuan memimpin. Karenanya, seorang pemimpin wajib menjadi teladan dan cerdas, sebab dia harus memiliki kemampuan mengkoordinir, merencanakan dan memutuskan untuk mencapai tujuan. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim Dwi Nugroho Hidayanto pada penutupan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan IV Angkatan III Tahun 2017 di Auditorium BPSDM Kaltim, Jumat (24/11).

 

Menurut dia, pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analistis dan konseptual serta menyampaikan sesuatu dengan terbuka (transparan) dan berkarakter yang baik (teladan). “Seseorang dikatakan pemimpin apabila dia mampu mengkoordinir dan cerdas (pemikir) serta dicontoh (teladan) karena berprilaku yang baik,” katanya.

 

Selain itu, aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi pemimpin harus profesional, jujur dan memiliki integritas tinggi. Bahkan lanjutnya, ajaran umat Islam ilmu leadership sudah diajarkan pemimpin umat berupa siddiq, tablig, amanah dan fatonah. “Sebagai ASN wajib memiliki sifat siddiq (benar/jujur), tablig atau menyampaikan (tranparan), amanah (dipercaya) dan fatonah (cerdas),” ungkap Dwi Nugroho. 

 

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional Edy Sofyan menyebutkan Diklatpim IV Angkatan III diikuti 33 peserta. “Dari 33 peserta yang mengikuti Diklatpim IV Angkatan III ini maka sesuai hasil menunjukkan bahwa satu orang dinyatakan lulus dengan syarat,” ujar Edy Sofyan. Diklatpim dilaksanakan selama 120 hari pendidikan dan peserta berasal dari Balikpapan 18 orang, Kabupaten Penajam Paser Utara 10 orang dan Kabupaten Berau lima orang.(yans/sul/humasprov)   

 

Berita Terkait
Government Public Relation