Penyakit Pasca Lebaran Di Kaltim Tidak Signifikan

SAMARINDA - Antisipasi terhadap berbagai penyakit pasca Lebaran harus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai kerentanan penyakit pada gangguan pencernaan.

"Sejak Ramadan kita sudah mengantisipasi agar tidak terjadi berbagai penyakit yang timbul pasca Lebaran. Kita selalu mengingatkan agar tetap mengatur pola makan. Alhamdulillah, berbagai penyakit pasca Lebaran tidak signifikan," kata Kepala Dinkes Kaltim Rini Retno Sukesi.

Menurutnya, penyakit yang rentan masuk melalui makanan, diantaranya diare, tifus, diabetes dan keracunan makanan. Apalagi, pada saat Lebaran konsumsi makanan meningkat dan kemungkinan kontrol menjadi kurang baik, termasuk bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.

Hal ini bisa terjadi lantaran pada saat Lebaran beragam makanan disajikan. Ada kue kering yang rasanya manis dan tentu saja banyak mengandung gula, cokelat, keju, dan juga telur.

Termasuk juga makanan bersantan yang selalu dipanaskan. Beragam masakan khas Lebaran lainnya juga tidak jarang akan menambah kadar lemak pada tubuh.  Misalnya rendang, opor ayam, kue-kue yang terbuat dari kuning telur dan juga minuman soda berkaleng.

"Banyak orang lengah dan kemudian terjebak dengan makanan yang tidak sehat pada saat Lebaran. Selain makanan yang tidak sehat, minuman yang dikonsumsi saat Lebaran banyak juga yang tidak sehat. Sebab banyak minuman manis dan soda yang dikonsumsi. Namun pada Lebaran tahun ini, kasus berbagai penyakit tersebut tidak signifikan. Kemungkinan masyarakat sudah lebih peduli untuk menjaga kesehatan mereka," katanya.

Terkait dengan antisipasi penyakit dari luar Kaltim karena mobilisasi tinggi saat arus balik mudik, Rini  mengatakan bahwa pihaknya akan melihat dari vektor pembawa penyakit dan pihaknya tetap akan melakukan pengecekan dampak dari penyakit tersebut. (rus/sul/humasprov)

Berita Terkait