Penyediaan Air Bersih Menjadi Perhatian Pemerintah

Ground Breaking Bendungan Teritip Balikpapan

BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, Kota Balikpapan merupakan salah satu pintu gerbang Kaltim, sehingga dukungan terhadap penyediaan air bersih untuk kebutuhan domestik dan non domestik harus menjadi perhatian pemerintah. 

Apalagi perkembangan Kota Balikpapan yang terus tumbuh  bisa dipastikan memerlukan ketersediaan air bersih yang akan semakin meningkat. Jika  hal ini tidak diantisipasi, pertumbuhan dan perkembangan Kota  Balikpapan pasti akan terkendala.

"Bendungan Teritip mampu menampung air tidak kurang dari 2,43 juta meter kubik. Tampungan sebesar ini diharapkan mampu menambah sumber air baku untuk air bersih kota Balikpapan, mencapai 260 liter/detik," kata Awang Faroek Ishak usai melakukan peletakan batu pertama Bendungan Teritip di Balikpapan, Jumat (12/4).

Bendungan Teritip akan menyuplai kebutuhan air bersih di Balikpapan yang saat ini sebagian besar masih disuplai dari Bendungan Manggar yang kondisinya saat ini sudah devisit 105 liter/detik.

Konstruksi Bendungan Teritip dibangun menggunakan sumber dana APBN dengan skema pembiayaan tahun jamak 2014-2016 sesuai kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air yang  menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Selain itu, Pemprov Kaltim pada 2012 dengan sumber dana APBD Provinsi, Dinas Pekerjaan Umum Kaltim telah membangun Bendungan Sungai Wain yang mempunyai kapasitas suplai air baku 460 liter/detik.

"Dengan tambahan dua bendungan ini semoga krisis air bersih di Balikpapan seperti beberapa tahun yang lalu tidak akan terjadi lagi dan beberapa tahun ke depan diharapkan  Balikpapan terhindar dari krisis air bersih. Saya juga berharap agar PDAM meningkatkan layanan kepada masyarakat, memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah dibangun dan dikelola dengan baik dan berkelanjutan," pesan Awang.

Awang menyebutkan, perhatian pemerintah untuk pembangunan Balikpapan tidak hanya dalam penyediaan air bersih namun juga dalam hal konservasi dengan dibangunnya Embung Wain yang berada di area Kebun Raya Wain serta bangunan pengendalian banjir dan longsor.

"Kita masih berharap Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dapat membangun lagi beberapa bangunan pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai Ampal, dimana  daerah aliran sungai ini merupakan salah satu daerah rawan banjir di Kota Balikpapan. Ketercukupan air bersih masyarakat Kota Balikpapan akan semakin lengkap bila permasalahan banjir juga dapat dikendalikan," ujarnya.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim mendukung pembangunan Bendungan Teritip. Apresiasi juga diberikan kepada Pemkot Balikpapan yang berperan aktif dalam hal pengadaan lahan.

Djoko Kirmanto berpesan setelah Bendungan Teritip dibangun agar dijaga secara bersama-sama dari kerusakan baik dengan penghijauan dan menghentikan penebangan pohon secara illegal.

Pembangunan bendungan diatas lahan 110 hektare itu diperkirakan menelan dana tidak kurang Rp248 miliar. Proyek pembangunan fisik bendungan ini dilaksanakan PT Waskita Karya. Pengerjaan proyek direncanakan selesai tiga tahun.

Tahap pertama pembangunan lewat realisasi kontruksi fisik bendungan. Tahap ini sudah menelan dana hingga Rp66 miliar berasal dari kas pemerintah pusat dan Pemkot Balikpapan menyiapkan total luas kawasan yang mencapai 285 hektare. Seluas 175 hektare diantaranya digunakan untuk kawasan genangan dan green walt (batas hijau).

Nampak hadir pada groundbreaking bendungan tersebut Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI  Dicky Wainal Usman, Anggota Komisi V DPR RI Hetifah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim S Adiyat  dan pejabat terkait lainnya. (sar/sul/es/hmsprov)

////FOTO : Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (tiga dari kanan) dan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (dua dari kiri) menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan bendungan Teritip Balikpapan.(fajar/humasprov kaltim)

Berita Terkait