Penyelenggaraan Pilkada Kaltim Aman

Gubernur Apresiasi Kinerja TNI/Polri dan Linmas 

SAMARINDA - Suasana pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak bahkan pasca pesta demokrasi diselenggarakan situasi dan kondisi di seluruh wilayah Kaltim berlangsung aman damai (kondusif). Kondusifitas itu tercipta baik penyelenggaraan pemilhan gubernur/wakil gubernur (pilgub) Kaltim maupun pemilihan bupati/wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU).

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyampaikan terima kasih Pemprov dan masyarakat kepada aparat kepolisian/TNI, instansi terkait dan  Linmas. “Aparat terkait saling bantu dan memberikan dukungan, sehingga seluruh daerah di Kaltim selama pengelenggaraan Pilkada hingga saat ini dalam kondisi yang kondusif,” katanya.

Kondusifitas terjaga menurut dia, telah menciptakan situasi aman dan damai berkat adanya saling dukung dan terbangunnya sinergi lintas sektor serta keterlibatan masyarakat. Diakui Awang, sinergitas tiga pilar Kamtibamas (TNI/Polri dan pemerintah daerah) terjalin baik sehingga mampu meningkatkan simpatik masyarakat untuk menjaga keamanan. “Kondisi aman dan damai tidak akan tercipta tanpa adanya dukungan dan keterlibatan masyarakat bersama tiga pilar Kamtibmas,” tegasnya.

Gubernur menyebutkan jajaran Kodam VI Mulawarman yang terlibat dalam pengamana pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan bupati (Pilbup PPU)  mencapai 1.635 personil. Sementara itu jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim mencapai 5.189 personil didukung Linmas 14.574 personil mengamankan 7.287 tempat pemungutan suara (TPS).

Kinerja dan sinergitas aparat keamanan bersama Linmas dan masyarakat mampu menjaga kondusifitas wilayah dan penduduk Kaltim yang tersebar di tujuh kabupaten dan tiga kota. “Jumlah aparat kita terbatas namun jumlah minimalis itu mampu mengamankan kondusifitas daerah secara maksimalis sejak awal tahapan Pilkada dimulai hingga hari pencoblosan serta tahapan KPU berikutnya,” jelasnya.

Awang berharap kondisi aman dan damai ini tetap terjaga dan terpelihara hingga hasil akhir (final) perhitungan suara manual dilakukan KPU untuk Pilgub dan Pilbup PPU. “Situasi demikian perlu terus kita pertahankan. Terlebih masuk tahun politik untuk pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019,” harap Awang Faroek.(yans/sul/ri/pemprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation