Penyuluh Berperan Pacu Kinerja Sektor Pertanian


 

SAMARINDA – Penyuluh sebagai tenaga pendamping sekaligus fasilitator bagi pelaku utama (petani)  maupun pelaku usaha harus mampu memainkan perannya secara maksimal.  Terutama berperan dalam memacu kinerja dan capaian hasil produksi pada sektor petanian di Kaltim guna mewujudkan swasembada pangan di daerah bahkan nasional pada 2018.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim H Fuad Asaddin pada Forum Penyuluhan Pertanian se-Kaltim 2016 di Samarinda, Senin (5/9).  Menurut dia, penyuluh harus mendorong semangat optimisme para pelaku utama (petani) agar mampu menggarap lahan-lahan pertaniannya.

Termasuk selalu membangun komunikasi yang baik secara terus menerus, sehingga dapat menggerakkan semangat pantang menyerah dan keyakinan pelaku usaha sektor pertanian. “Melalui semangat optimisme yang besar maka tidak saja luasan areal pertanian yang diraih. Tetapi peningkatan hasil produksi pertanian akan dapat diperoleh,” kata Fuad.

Karenanya, diperlukan sumber daya manusia pertanian khususnya tenaga penyuluh pertanian yang tangguh, mandiri, profesional dan aktif, kreatif dan berwawasan global. Utamanya,  mampu memainkan peran secara maksimal sebagai fasilitator, motivator maupun regulator bagi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.

Fuad menjelaskan Kaltim merupakan salah satu provinsi yang sangat potensial dalam pengembangan sektor pertanian guna mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional. Lahan potensial yang tersedia ujarnya, mencapai 412,9 ribu hektar (sesuai RTRWP) yang sudah siap ditanami 127,8 ribu ha dan lahan berproduksi 57,7 ribu ha atau 45,15 persen.

Sementara tenaga penyuluh lapang sebanyak 855 orang terdiri penyuluh PNS, swadaya maupun tenaga harian lepas tenaga bantu (THL-TB). Masing-masing penyuluh pertanian 741 orang, penyuluh perikanan 80 orang dan penyuluh kehutanan 34 orang.

“Inilah perlunya dukungan dan komitmen yang kuat para penyuluh sesuai tupoksinya agar tercapai percepatan pembangunan dan pengembangan pertanian Kaltim,” ujar Fuad.  Forum penyuluhan pertanian dirangkai kegiatan program pengembangan penyuluh pertanian/perkebunan lapang dilaksanakan selama tiga hari (4-6 September) dan diikuti 88 pengelola BP3K dari kabupaten dan kota se-Kaltim. (yan/sul/es/humasprov).

Berita Terkait
Government Public Relation