Penyuluh Harus Kuasai Teknologi Pasca Panen

SAMARINDA – Terhitung 90 THL-TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) mengikuti pembekalan, berupa keterampilan melalui pelatihan pengolahan hasil pertanian tanaman pangan, perkebunan dan perikanan.

“Para penyuluh pertanian lapang ini tidak saja harus mendukung berbagai program pembangunan dan pengembangan sektor pertanian, tetapi wajib memiliki keterampilan dan kemampuan penguasaan teknologi pasca panen,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim H Fuad Asadin usai membuka pelatihan di UPTB Balai Pelatihan Pertanian Sempaja Samarinda, Senin (11/2).

Menurut dia, dengan kemampuan serta keterampilannya tersebut maka para penyuluh selain melakukan pendampingan bagi pelaku utama terhadap tata kelola pertanian yang baik juga memberikan motivasi kepada petani agar mampu mengolah berbagai produk pangan segar.

Sebab, berbagai pangan segar dihasilkan para petani yang dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Karena selama ini para pelaku utama hanya menjual produk pangan tanpa diolah, sehingga nilai jualnya  masih rendah.

Selain itu, kemampuan mengolah panganan segar setelah panen adalah bagaimana pangan itu dapat dikonsumsi dengan aman. Karenanya, setiap penyuluh perlu dibekali keterampilan mengolah pangan segar.

“Keterampilan para penyuluh lapang dalam mengolah pangan segar dari pertanian tananaman pangan, perkebunan maupun perikanan akan membantu para petani meningkatkan nilai ekonomis produk pangan serta pendapatannya,” ungkap Fuad Asadin.

Sementara itu Kepala UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda Hj Noor Hartati mengemukakan para THL-TBPP memiliki tupoksi melakukan pendampingan kepada petani karenanya harus memiliki keterampilan guna mendukung kegiatannya di lapangan.

“Selama ini banyak pangan yang dihasilkan petani namun menumpuk bahkan terjual dengan harga rendah. Misalnya, ubi jalar maupun singkong dan jagung, ikan termasuk hasil kebun. Karenanya, keterampilan para penyuluh melalui pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pendampingan bagi petani untuk meningkatkan nilai tambah pangan yang dihasilkannya sehingga petani sejahtera,” ujar Hj Noor Hartati.

Pelatihan pengolahan hasil pertanian tanaman pangan, perkebunan dan perikanan masing-masing diikuti 30 orang untuk pengolahan tanaman pangan dan perkebunan dari 11 kabupaten/kota serta pengolahan hasil perikanan dari 12 kabupaten kota.(yans/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation