Penyuluh Jangan Mudah Berpindah Tugas

SAMARINDA – Jumlah tenaga penyuluh atau petugas pendamping petani di Kaltim hingga saat masih kurang. Karenanya, bagi penyuluh sebagai tenaga fungsional yang telah diangkat menjadi PNS agar tidak berpindah ke jabatan struktural.
“Kami tidak ingin para petugas pertanian lapangan (penyuluh) setelah mendapatkan NIP atau diangkat menjadi pegawai lalu berpikir untuk pindah ke struktural,” kata Kepala UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda Hj Noor Hartati mewakili Kepala BKPP Kaltim H Fuad Asadin saat membuka Diklat Metodologi Penyuluhan Kutim dan Diklat Tenaga Pendamping Lapangan Budidaya Perikanan Bontang di UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda, Senin (22/4).
Padahal, para penyuluh tersebut  merupakan agen perubahan pembangunan pertanian di daerah. Terlebih lagi sektor pertanian dalam arti luas telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas pembangunan Kaltim.
Diakuinya, hingga saat ini untuk tenaga penyuluh baik kuantitas maupun kualitas masih kurang. Sesuai aturan satu desa ditempatkan satu penyuluh sedangkan penyuluh di Kaltim baru 855 orang dari 1.437 desa.
Kualitas atau kompetensi penyuluh yang bersertifikasi dari 855 tenaga  penyuluh lapang pertanian itu hanya sekitar 5 persen yang sudah disertifikasi, bahkan masih ada penyuluh yang belum mengikuti pelatihan dasar fungsional di setiap sektor.
“Melalui pelatihan yang dilaksanakan secara terintegrasi oleh pemerintah kabupaten/kota dengan UPTB Bapeltan maka diharapkan mampu meningkatkan jumlah maupun kualitas (kompetensi) tenaga penyuluh di Kaltim,” harap Noor Hartati.
Sementara itu Kepala BKPP Kutai Timur Ence Djumairilsyah mengemukakan Pemkab Kutim terus berkomitmen untuk menyukseskan program ketahanan dan kemandirian pangan, sekaligus pencapaian swasembada beras di daerah melalui peningkatan kompetensi penyuluh.
“Pemkab melalui instansi teknis terus berupaya mewujudkan program nasional di daerah berupa pencapaian swasembada beras. Terutama meningkatkan kualitas penyuluh lapang pertanian yang saat ini jumlahnya 150 orang,  namun meliputi berbagai subsektor  didalamnya,” ujar Ence Djumairilsyah.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Perikanan Kelautan Bontang Aji Erlynawati mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan kegiatan perikanan dan keluatan khususnya pada komoditi rumput laut.
“Kami mengembangkan komoditi rumput laut dari kegiatan hulu hingga hilir. Produksinya  sudah mencapai 80.000 ton dan ditargetkan  hingga 400.000 ton, terutama untuk mendukung pembangunan pabrik pengolahannya. Namun tenaga penyuluh di Bontang hanya berjumlah lima orang berarti masih sangat kurang,” ungkap Aji Erlynawati.
Pelatihan  Metodologi penyuluhan bagi petugas dan penyuluh Kutim diikuti 27 peserta dan pelatihan tenaga pendamping lapangan budidaya dan perikanan tangkap Bontang diikuti 10 peserta yang dilaksanakan selama tujuh hari 21-27 April.(yans/hmsprov).

////Foto : Pengembangan tanaman padi sawah sangat membutuhkan pembinaan dari penyuluh pertanian.(dok/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait