Penyuluh Ujung Tombak Pembangunan Pertanian

Penyuluh Ujung Tombak Pembangunan Pertanian

 

PENAJAM - Penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di daerah diharapkan mampu melakukan pendampingan kepada para pelaku utama (petani) maupun pelaku usaha di wilayah kerjanya.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim H Fuad Asaddin, kemampuan dan wawasan yang dimiliki setiap penyuluh sangat menentukan dalam  pembangunan dan pengembangan sektor pertanian.

"Penyuluh tidak semata melakukan pendampingan tetapi bagaimana mampu memotivasi pelaku utama dan pelaku usaha, sehingga produksi petani meningkat dan taraf hidup mereka juga meningkat," kata Fuad Asaddin pada Temu Lapang di Desa Gunung Intan Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara, Selasa (22/9).

Apalagi lanjutnya, pertanian sudah ditetapkan Gubernur Awang Faroek Ishak sebagai program prioritas pembangunan daerah sekaligus lokomotif ekonomi Kaltim terbarukan  mengantisipasi menurun bahkan habisnya produksi minyak dan gas bumi serta batu bara.

Diharapkan melalui pembangunan dan pengembangan sektor pertanian maka taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kaltim terus meningkat. Utamanya, dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran di daerah.

Fuad mengakui Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merupakan salah satu daerah yang ditetapkan sebagai sentra pengembangan sektor pertanian. Selain, masih memiliki kawasan potensial juga terdapat hamparan lahan pertanian yang luas.

Diantaranya, kawasan Desa Gunung Intan Kecamatan Babulu salah satu sentra pengembangan pertanian tanaman pangan baik padi maupun jagung. Diharapkan wawasan dan keterampilan penyuluh mampu meningkatkan semangat dan produktivitas petani setempat.

Namun demikian, terpenting dan langkah strategis adalah BKPP Kaltim terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan, pengetahuan serta keterampilan para penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan serta pembinaan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

"Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas para pendamping melalui motivasi dan pembinaan yang berkelanjutan. Bahkan meningkatkan dan memberikan sertifikasi para penyuluh agar lebih terampil dalam melakukan pendampingan," ungkap Fuad Asaddin.

Dia menambahkan peningkatan kapasitas dan kemampuan penyuluh melalui pembinaan yang berkelanjutan serta sertifikasi tenaga penyuluh upaya mendukung percepatan upaya khusus (upsus) pencapaian pengembangan komoditi padi, jagung dan kedelai (Pajale) di Kaltim.

BKPP Kaltim bersama Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Babulu Darat melakukan lahan kaji terap terhadap komoditi Jagung Hibrida bisi-18 di lahan seluas satu hektar  menggunakan alokasi APBD provinsi 2015. (yans/sul/hmsprov)

 

///Foto: Fuad Asaddin bersama petani, penyuluh dan babinsa melakukan panen Jagung Hibrida Bisi18 di Desa Gunung Intan Kecamatan Babulu PPU.(ist)

 

Berita Terkait
Government Public Relation