Penyusunan RKA-KL TA 2020 Ditjen Perkebunan, Wagub Meminta Maksimalkan Pengawasan di Bidang Perkebunan

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi membuka Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja Anggaran-Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2020 (rian/humasprovkaltim)

BALIKPAPAN - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi membuka Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja Anggaran-Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2020 di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu (3/6/2019).

Wagub Hadi berharap pertemuan penyusunan RKA-KL Ditjen Perkebunan terlaksana dengan lancar dan sukses. Sehingga dapat mengakomodir kegiatan utama perangkat daerah yang membidangi perkebunan.

Tidak lupa, Hadi mengingatkan Ditjen Perkebunan serta perangkat daerah yang membidangi perkebunan agar memperioritaskan kegiatan pengawasan di bidang perkebunan di Kaltim.

"Kegiatan pengawasan sangat penting. Harus dilakukan secara maksimal. Perusahaan perkebunan sangat banyak, pengawasan harus ada. Jadi, jika ada perusahaan perkebunan yang bermasalah, seperti kasus tumpang tindih lahan dengan masyarakat, bisa segera ditindaklanjuti," pesan Hadi.

Hadi menambahkan agar dalam penyusunan RKA-KL Ditjen Perkebunan memperhatikan anggaran untuk pembinaan sumber daya manusia (SDM) baik dilingkungan perangkat daerah maupun petani/pekebun. 

"Jangan sampai ada pegawai pertanian atau perkebunan yang tidak pernah turun ke lapangan. Agar mereka merasakan susah dan senangnya bertani atau berkebun. Kedepan, kita juga harus menjadikan sosial media sebagai alat untuk mempromosikan hasil produksi pertanian perkebunan. Untuk itu petani harus bisa menjadi petani modern yang melek perkembangan informasi dan teknologi. Dan ini harus didukung pemerintah," harap Hadi

Sementara Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Budi Gunadi mengatakan penyusunan RKA-KL TA 2020 ini merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan Musrenbang Pertanian Nasional yang dilaksanakan di Bogor pada 18-21 Jumi 2019.

"Tanaman kebun seperti kopi, kakao, karet dan kelapa, pala dan cengkeh menjadi komoditi prioritas untuk dikembangkan dan ditingkatan produksinya. Penyusunan RKA-KL ini, maka target pengembangan perkebunan semakin jelas. Sesuai keunggulan komoditi perkebunan di daerah masing-masing," kata Budi Gunadi.

Tampak hadir, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad, Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltim H Nazrin, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Ambon, Kepala Dinas Perkebunan dan perangkat daerah yang membidangi perkebunan se Indonesia. (her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait